"Dulu (sasarannya) Mapolresta. Modus seperti ini repetisi (pengulangan). Kalau repetisi ini artinya bahwa ideologi yang diusung itu sama. Pelaku berbeda, waktunya berbeda, tapi modusnya adalah sama dengan Nur Rohman. Sama daya ledaknya juga rendah, ini korban hanya satu orang," beber dia.
"Dulu juga satu orang (pelaku Nur Rohman), dan satu polisi. Hal itu karena dia (polisi) menghalang-halangi pelaku," ucapnya.
Baca Juga: Pelaku Pengeboman di Kartosuro Minta Uang Ibunya untuk Rakit Bom
(Fiddy Anggriawan )