nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Profesional, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Pelaku Bom Pospam Kartosuro

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 06 Juni 2019 08:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 06 512 2064016 tak-profesional-ini-pesan-yang-hendak-disampaikan-pelaku-bom-pospam-kartosuro-NKyyhjutdR.jpg Tim Inafis dan Jihandak Kumpulkan Barang Bukti Ledakan Bom Bunuh Diri di Pospam Kartosuro (foto: Ist)

SEMARANG - Aksi teror bom bunuh diri yang menyasar Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran di Tugu Kartosuro, Sukoharjo, pada Senin 3 Juni malam, tidak dilakukan secara profesional. Meski demikian, aksi itu dinilai membawa pesan yang ingin disampaikan kepada dunia internasional.

"Bom bunuh diri ini berdaya ledak rendah, dan tidak ada korban selain dia (pelaku) sendiri. Artinya ini bukan suatu kegiatan yang profesional yang high eksplosif, tapi low eksplosif, daya ledak rendah," kata pengamat terorisme, Najahan Musyafak kepada Okezone, Kamis (6/6/2019).

Baca Juga: Pelaku Bom di Kartosuro Ditetapkan Terangka, Kapolda Jateng: Keluarganya Sempat Dipengaruhi 

Tim Inafis dan Jihandak Kumpulkan Barang Bukti di TKP Bom Bunuh Diri Sukoharjo

Menurutnya, pesan yang ingin disampaikan pelaku maupun kelompoknya adalah tak sekadar ingin menebar ketakutan di masyarakat. Jauh daripada itu berupa eksistensi mereka pada kelompok sejenis hingga dunia internasional.

"Kemudian menunjukkan eksistensi dirinya bahwa masih ada. Maka kelompok-kelompok lain lokal maupun internasional ini kemudian yang menyebabkan pemantik dari kegiatan-kegiatan radikal di tempat lain. Semangat ini yang perlu kita waspadai, bahwa itu (aksi teror) tidak hanya sekadar dia (pelaku) sendiri," terang dia.

Mantan Ketua Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng periode 2012-2017 itu menambahkan, aksi yang dilakukan pelaku merupakan pengulangan dari teror sejenis tiga tahun silam. Kala itu, pelaku bernama Nur Rohman (31) melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo pada 5 Juli 2016.

"Dulu (sasarannya) Mapolresta. Modus seperti ini repetisi (pengulangan). Kalau repetisi ini artinya bahwa ideologi yang diusung itu sama. Pelaku berbeda, waktunya berbeda, tapi modusnya adalah sama dengan Nur Rohman. Sama daya ledaknya juga rendah, ini korban hanya satu orang," beber dia.

"Dulu juga satu orang (pelaku Nur Rohman), dan satu polisi. Hal itu karena dia (polisi) menghalang-halangi pelaku," ucapnya.

Baca Juga: Pelaku Pengeboman di Kartosuro Minta Uang Ibunya untuk Rakit Bom


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini