Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenpar Sigit Wicaksono menambahkan, berdasarkan data statistik tahun 2018, jumlah wisman India ke Batam menyentuh angka 113.577 orang.
Jumlah tersebut menempati urutan ke empat setelah Singapura, China dan Malaysia. Secara nasional, kontribusi wisman India ke Batam tidak bisa dianggap enteng. Hanya kalah dari Bali yang mampu menyedot 60 persen dari total 600 ribu wisman India yang ke Indonesia tahun lalu. Atau sebanyak 352.632.
“Tahun ini, Kemenpar menargetkan 800 ribu wisman asal India. Kita tetap berharap Batam sebagai pendulang utama, karena secara geografis mestinya bisa memanfaatkan Jiran. Yaitu Malaysia dan Singapura sebagai simpul penghubung. Sebagai regional hub, kedua jiran itu selama ini telah menikmati kedatangan lebih dari satu juta wisman India per tahun,” jelasnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, famtrip adalah cara yang efektif untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Ia meyakinkan, cara ini lebih murah jika dibanding dengan pemasangan iklan di luar negeri dan media. Karenanya, Kemenpar sering menggunakan cara ini untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di suatu daerah.
“Famtrip menjadi strategi promosi andalan. Melalui kegiatan ini, para peserta yang merupakan travel agent bisa melihat secara langsung objek wisata potensial, yang nantinya ia jual kepada wisatawan di negaranya. Kita berharap pariwisata Batam terus berkembang,” jelasnya.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.