nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Akan Kirim Balik Sampah Plastik Ilegal ke Negara Asalnya

Agregasi Solopos, Jurnalis · Senin 10 Juni 2019 17:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 10 337 2065046 indonesia-akan-kirim-balik-sampah-plastik-ilegal-ke-negara-asalnya-KaxpOToYai.jpg Sampah (Okezone)

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyebut Indonesia akan melakukan mengirim kembali sampah plastik ke negara asal yang masuk secara ilegal.

"Sampah yang masuk ke Indonesia, yang ada plastik itu, pasti tidak legal. Dan pada dasarnya ketentuannya ada, oleh karena itu kita akan melakukan reekspor," kata Siti setelah melakukan halalbihalal dengan jajarannnya di Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (10/5/2019).

 Baca juga: Ditinggal Mudik Warga, Volume Sampah di Ibu Kota Menurun

Menurut Siti, masuknya sampah-sampah plastik secara ilegal ke Indonesia sebenarnya bukan baru pertama terjadi. Pada 2015-2016, Indonesia juga sempat melakukan reekspor puluhan kontainer.

 Sampah

"Langkah-langkahnya [reekspor] sudah bisa dilakukan. Hari ini akan dirapatkan di tingkat Dirjen. Pasti kita akan rapat dengan Bea Cukai, Menko Ekuin (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) dan (Menteri) Perdagangan," ujar Siti.

 Baca juga: Libur Lebaran, Volume Sampah di Sukoharjo Meningkat

Indikasi impor sampah plastik ditemukan secara nyata di beberapa daerah di Indonesia, seperti Gresik, Jawa Timur. Beberapa bentuk sampah seperti serpihan plastik bercampur kertas yang tidak bisa didaur ulang, yang biasanya digunakan untuk bakar tahu atau bahan bakar lainnya, serta sampah plastik, yang bentuknya beragam berupa jenis botol, sachet, kemasan makanan, personal care, serta produk rumah tangga ditemukan di sana.

Pada 2018, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan impor sampah plastik Indonesia sebesar 141 persen (283.152 ton), angka ini merupakan puncak tertinggi impor sampah plastik selama 10 tahun terakhir, di mana pada 2013 impor sampah plastik Indonesia sekitar 124.433 ton. Namun peningkatan impor sampah plastik tidak dibarengi dengan angka ekspor, malah pada 2018 angka ekspor menurun 48 persen (98.450 ton).

 Baca juga: Sampah di Bekasi Tak Diangkut 3 Bulan, Pemkot Sebut Alat Berat Rusak

Pegiat lingkungan dari BaliFokus Mochamad Adi Septiono sebelumnya juga mengatakan Indonesia perlu mengantisipasi dampak kebijakan National Sword dari China yang membatasi secara ketat impor sampah plastik. Negeri Tirai Bambu sebelumnya menyerap 45,1 persen sampah dunia, namun sejak Maret 2018 telah membatasi impor sampah.

"Sampah-sampah yang dihasilkan oleh negara-negara seperti Amerika biasanya dikirim ke China, kini setelah Cina melakukan kebijakan tersebut, negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam menjadi sasarannya," ujar Mochamad Adi Septiono.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini