Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Indonesia Terpilih Sebagai Anggota Dewan Eksekutif Badan Meteorologi PBB

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 14 Juni 2019 |14:27 WIB
Indonesia Terpilih Sebagai Anggota Dewan Eksekutif Badan Meteorologi PBB
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati (tgh) bersama dengan Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib (ki) dan Sekjen WMO, Petteri Taalas (ka). (Foto: Dok. PTRI Jenewa)
A
A
A

JENEWA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prof. Dwikorta Karnawati dipilih sebagai anggota dewan eksekutif (executive council) organisasi meteorologi dunia atau World Meteorology Organization (WMO) periode 2019-2023 pada pertemuan Kongres Meteorologi Dunia Ke-18 atau The Eighteen World Meteorological Congress  (Cg-18) pada 13 Juni 2019 di Jenewa, Swiss.

Posisi Dewan Eksekutif memiliki perang sangat penting dalam perencanaan dan implementasi program kerja WMO, serta mengawasi kinerja Sekretaris Jenderal WMO dalam menjalankan operasional sehari-hari organisasi tersebut. WMO merupakan badan PBB yang bertugas dalam penguatan sistem pemantauan bumi dan iklim secara global.

Kampanye pencalonan kepala BMKG untuk dewan eksekutif WMO tersebut sudah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir oleh Kementerian Luar Negeri, Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di Jenewa (PTRI Jenewa) dan seluruh Perwakilan-perwakilan RI di luar negeri.

Kepala BMKG mengusung visi penguatan peran Asosiasi Regional (Regional Associations), dukungan terhadap Reformasi Kepemimpinan (Governance Reforms) WMO; kesetaraan gender dalam bidang meteorologi; akses data meteorologi yang trasnparan, berkeadilan dan sesuai hukum nasional; serta pemberian bantuan teknis.

Pada Cg-18, Kepala BMKG menjadi pembicara di Ocean Dialogue and Gender Working Breakfast serta menginformasikan kepada perwakilan negara lainnya mengenai keberhasilan BMKG dalam membangun teknologi yang cepat,tepat, dan akurat dengan jangkauan yang luas dalam menginformasikan cuaca dan iklim ekstrem serat gempa bumi dan tsunami.

Berkat kemampuan tersebut, Indonesia siap memberikan bantuan berupa peningkatan kapasitas (capacity building) dalam bidang meteorologi dan sistem peringatan dini (early warning system) kepada negara berkembang lainnya.

Kepala BMKG juga menambahkan bahwa selama ini Indonesia aktif dalam mendukung program-program kerja WMO, seperti pada program kerja Coastal Inundation Forecast Demonstration Project (CIFDP-I), Southeast Asia Oceania Flash Flood Guidance System (SAOFFGS), dan Southeast Asia Climate Outlook Forum (SEACOF). Pada saat persidangan Cg-18, kepala BMKG didampingi oleh PTRI Jenewa melakukan pertemuan dengan perwakilan negara lainnya, kalangan swasta dan akademisi untuk mendiskusikan tentang kerja sama peningkatan kapasitas , termasuk juga skema kemitraan publik dan swasta (public-private partnership).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement