nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Pernah Barter Pesawat dengan Ketan, Kapal Perang Soviet Ditukar Pepsi

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 15 Juni 2019 03:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 15 18 2066684 indonesia-barter-pesawat-dengan-ketan-kapal-perang-soviet-ditukar-pepsi-1wWin0ZheZ.jpg Pesawat CN 235-220 MPA bi Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Sidoarjo. (Foto: Antara)

Sayangnya pada tahun lalu, Presiden AS Donald Trump mengenakan kembali sanksinya ke Iran. Ini memaksa Iran untuk membali menerapkan sistem barter, seperti menukar beras dengan minyak, dengan India.

Menggunakan metode yang lebih kompleks ketimbang penukaran langsung, Iran sepakat menerima pembayaran minyaknya dengan mata uang India, rupee. Uang tersebut kemudian disimpan di bank nasional India.

Iran kemudian menggunakan uang tersebut untuk membayar beras dan produk impor India yang lain, seperti obat-pbatan, tanpa adanya transfer bank.

Ini adalah poin yang bisa diperdebatkan apakah metode barter ini melanggar sanksi atau tidak, tetapi sampai AS menghapus keringanan khusus untuk importir minyak utama Iran, itu telah menjadi cara umum untuk melakukan bisnis.

Prancis, Jerman, dan Inggris menggunakan skema yang sama pada awal tahun ini untuk memperbolehkan perusahaan di negaranya melakukan perdagangan dengan Iran.

Inisiatif ini disebut Instrumen Pendukung untuk Pertukaran Perdagangan dan itu hanya terbatas pada produk-produk seperti obat-obatan dan makanan.

Di Venezuela, tidak hanya barang saja yang dibarter –itu bisa jadi tenaga kerja juga. Negara tersebut mengirim minyak sebanyak 50.000 barel setiap hari ke Kuba. Sebagai gantinya, Kuba mengirimkan dokter ahli, guru, dan penasihat keuangan untuk bekerja di Venezuela.

Sebagian besar transaksi barter terjadi ketika cara konvensional diblokir, kata Michael Czinkota, seorang profesor bisnis internasional di Universitas Georgetown di Washington.

Dia mengatakan, cari ini juga berlaku untuk transaksi dagang lain yang bukan pembayaran tunai langsung, yang secara kolektif dikenal sebagai "countertrades".

Ini dapat mencakup campuran sederhana barter dan uang, untuk transaksi investasi atau pembelian di masa depan.

"Titik awal countertrades adalah selalu ada yang salah dengan sistem tradisional," katanya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini