nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pangeran Arab Saudi: Kita Tak Ingin Perang, Tapi Iran Perlu Ditindak Tegas

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 09:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 17 18 2067210 pangeran-arab-saudi-kita-tak-ingin-perang-tapi-iran-perlu-ditindak-tegas-NkM5n1Igww.jpg Putra mahkota Arab Saudi MBS (Reuters)

ARAB SAUDI - Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengatakan bahwa Arab Saudi tidak menginginkan adanya perang di kawasan Iran. Namun, menurutnya sikap tegas terhadap Iran perlu dilakukan.

Mengutip halaman Arab News, Senin (17/6/2019), dalam sebuah wawancara Putra mahkota mengatakan Arab Saudi mendukung penerapan sanksi AS terhadap Iran.

"(Hal ini) Karena keyakinan bahwa masyarakat internasional perlu mengambil sikap tegas terhadap Iran," ujarnya.

 Baca juga: Saudi Salahkan Iran Soal Serangan Kapal Tanker

Dirinya pun berharap adanya penghentian kebijakan bermusuhan di kedua negara tersebut. "(Iran diharapkan) akan memilih untuk menjadi negara normal dan menghentikan kebijakan bermusuhannya." ujarnya.

 Mohammed Bin Salman

Terkait serangan tanker minyak di Teluk Oman, fasilitas minyak di Arab Saudi dan bandara Abha, dirinya menggarisbawahi pentingnya permintaan Arab Saudi di hadapan masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap rezim ekspansionis yang telah mendukung terorisme dan menyebarkan kematian dan kehancuran selama beberapa dekade terakhir tidak hanya di wilayahnya, tetapi juga di seluruh dunia.

Walaupun begitu, dirinya menekankan bahwa tangan kerajaan selalu mengulurkan tangan perdamaian. "Rezim Iran tidak menghormati perdana menteri (Jepang) sebagai tamu (di Iran) dan menjadikan selama kunjungannya tanggapan yang efektif terhadap upayanya dengan menyerang keduanya. tanker minyak di Teluk, salah satunya adalah Jepang," ujarnya.

 Baca juga: Meski Berseteru, Arab Saudi Bantu Tanker Iran yang Alami Kerusakan di Laut Merah

“Mereka juga menggunakan milisi untuk melakukan serangan memalukan terhadap Bandara Abha. Ini adalah bukti nyata dari kebijakan rezim Iran dan niat untuk menargetkan keamanan dan stabilitas kawasan," tambah Pangeran MBS.

Mohammed mengatakan bahwa Arab Saudi sangat mementingkan hubungan strategis dengan AS. Hal ini dikarenakan AS menjadi faktor utama dalam mencapai keamanan dan kestabilitas regional.

Kerajaan terus berupaya untuk mengklarifikasi fakta dan kesalahpahaman oleh beberapa pihak di AS dan negara-negara lain.

"Kami mendengarkan apa yang tersebar di publik, tetapi pada akhirnya prioritas kami adalah kepentingan nasional kami," ujarnya.

 Baca juga: Bantah Klaim Iran, Arab Saudi Nyatakan Tidak Terlibat dalam Serangan Parade Militer di Ahvaz

Dia mengatakan Arab Saudi mendukung semua upaya untuk mencapai solusi politik untuk krisis Yaman tetapi milisi Houthi memprioritaskan agenda Iran atas kepentingan Yaman dan rakyatnya.

"Kerajaan tidak dapat menerima keberadaan milisi ilegal di perbatasan kami," katanya.

"Kami tidak hanya berusaha membebaskan Yaman dari milisi Iran, tetapi mencapai kemakmuran dan stabilitas untuk semua rakyat Yaman," tambahnya.

Sementara itu, untuk kawasan Sudan, dirinya mengakui bahwa Arab Saudi sudah sangat peduli dengan keamanan dan stabilitas di sana.

"Tidak hanya karena kepentingan strategis dari lokasinya dan bahaya runtuhnya lembaga-lembaga negara, tetapi ikatan persaudaraan yang kuat yang mengikat kami," ujarnya.

Mengenai krisis Suriah, dia mengatakan Riyadh bekerja dengan sekutu-sekutunya untuk mencapai tujuannya, termasuk mengalahkan ISIS, mencegah kemunculan kembali organisasi-organisasi teroris, berurusan dengan pengaruh Iran yang tidak stabil di Suriah dan menggunakan semua cara yang mungkin untuk mencapai transisi politik di sejalan dengan Resolusi 2254, dengan cara yang menjaga persatuan Suriah.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini