nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Setnov Plesiran, Menkumham Dinilai Tidak Tegas Benahi Lapas Koruptor

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 06:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 20 337 2068559 imbas-setnov-plesiran-menkumham-dinilai-tidak-tegas-benahi-lapas-koruptor-Bc7tMuUrk7.jpg Menkumham Yasonna Laoly (Foto: Okezone)

JAKARTA - ‎Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM)‎, Zaenur Rohman menilai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamonganan Laoly tidak tegas dalam membenahi lembaga pemasyarakatan (Lapas) untuk narapidana korupsi. Zaenur pesimis jika reformasi di lapas dapat dibenahi dalam waktu dekat.

"Saya tidak optimis lapas bisa dibenahi dalam waktu singkat. Karena tidak ada kepemimpinan yang tegas dari menteri," kata Zaenur kepada Okezone, Kamis (20/6/2019).

Sebelumnya, narapidana korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) terciduk plesiran di sebuah toko bangunan daerah Kabupaten Bandung Barat ‎bersama istrinya, Deisty Astriani Tagor. Setnov plesiran setelah berhasil mengelabui petugas pengawal Lapas Sukamiskin saat berobat di Rumah Sakit Santosa, Bandung.

Atas kejadian tersebut, muncul wacana untuk memindahkan narapidana korupsi ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Namun, usulan pemindahan narapidana kasus korupsi ke Lapas Nusakambangan ditolak oleh Menkumham, Yasonna Hamonganan Laoly.

Setnov

Baca Juga: Menkumham Tak Setuju Napi Korupsi Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Ini Respons KPK

KPK sendiri saat ini masih bersikukuh menginginkan adanya pemindahan beberapa narapidana kasus korupsi ke Lapas Nusakambangan.

Pukat UGM sendiri mendukung usulan KPK untuk memindahkan narapidana korupsi ke Lapas Nusakambangan. Namun memang, menurut Pukat UGM, tidak semua narapidana harus dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

"Selama Kemenkumham belum berhasil melakukan reformasi di lapas, saya setuju usulan koruptor dipindah ke Nusakambangan. Tidak perlu semua napi korupsi, hanya kriteria tertentu seperti yang melakukan pelanggaran berulang kali," ungkapnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini