nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Musim Kemarau Datang Lebih Awal, BMKG Imbau Warga Jateng Waspada Karhutla

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 13:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 20 512 2068713 musim-kemarau-datang-lebih-awal-bmkg-imbau-warga-jateng-waspada-karhutla-NLy71R3CT4.jpg Ilustrasi cuaca panas.

SEMARANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Jawa Tengah (Jateng) mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Musim kemarau diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung cukup lama, yakni hingga tujuh bulan.

"Waspada potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jawa Tengah," ujar prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Triyotomo, Kamis (20/6/2019).

Dia menjelaskan, prakiraan cuaca untuk hari ini di wilayah Jateng umumnya cerah berawan. Potensi kabut pada awal pagi hari di daerah sekitar dataran tinggi. Kondisi serupa terjadi di Kota Semarang dan sekitarnya cerah berawan. Angin bertiup dari arah utara-tenggara dengan kecepatan 10-25 km/jam. Suhu udara berkisar antara 24-34 °C. Kelembaban udara berkisar 45-75%.

"Tinggi gelombang di Laut Jawa 0,1- 1,5 meter dan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah 1,5 - 3,5 meter," ujarnya.

Ilustrasi.

Dilansir dari laman BMKG, masyarakat perlu mewaspadai wilayah-wilayah yang akan mengalami musim kemarau lebih awal, yaitu di sebagian wilayah NTT, NTB, Jawa Timur bagian timur, Jawa Tengah, Jawa Barat bagian tengah dan selatan, sebagian Lampung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan dan Riau serta Kalimantan Timur dan Selatan.

Kewaspadaan dan antisipasi dini juga diperlukan untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya yaitu di wilayah NTT, NTB, Bali, Jawa bagian selatan dan utara, sebagian Sumatera, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Merauke.

Secara umum puncak musim kemarau 2019 diprediksi terjadi pada Agustus-September 2019. Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat perlu waspada dan bersiap terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, serta ketersediaan air bersih.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini