nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kunker di Semarang, Menpar Arief Kunjungi Kota Lama

Sabtu 22 Juni 2019 18:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 22 1 2069706 kunker-di-semarang-menpar-arief-kunjungi-kota-lama-cFlMwnjvSI.jpg Menpar Arief Yahya (Foto: Kemenpar)

SEMARANG – Kota Lama menjadi destinasi pertama yang dikunjungi Menteri Pariwisata Arief Yahya saat kunjungan kerja (kunker) ke Semarang pada Sabtu (22/6/2019). Sebagai destinasi pariwisata, Semarang menang sangat menarik dikunjungi.

Menteri Pariwisata tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB. Beliau disambut Kadispar Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Noegroho Rachmadi, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizki Ratman, Asdep Pengembangan Destinasi Regional II Reza Fahlevi, dan Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Alexander Reyaan, juga Stafsus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono.

Rombongan langsung menuju ke Cafe Spiegel yang berada di kawasan Kota Lama. Di sini Menpar disambut Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti. Kemenpar dan lainnya melakukan diskusi ringan mengenai kemajuan pariwisata di Semarang.

Kota Lama merupakan pusat perdagangan pada abad 19-20. Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt dan luas kawasan tersebut sekitar 60 hektare.

“Kota Lama adalah kawasan yang sangat instagramable. Paling diburu para generasi milenial. Atraksi yang dimiliki adalah heritage building. Di sini banyak sekali bangunan bersejarah,” ujar Menpar Arief.

Selama di Kota Lama, Menpar mengunjungi sejumlah lokasi di Kota Lama. Di temani GenPI Jawa Tengah, mantan Dirut PT Telkom ini juga ngevlog.

Lokasi di Kota Lama yang dikunjungi Menpar adalah Gedung Marba. Gedung ini peninggalan kolonial Belanda. Umurnya sudah lebih dari 100 tahun. Hal ini terbukti dari foto di KITLV yang diambil tahun 1910. Gedung Marba sering dijadikan latar belakang untuk shooting beberapa film dan iklan.

Menpar juga menuju Gedung Out The Trap, bangunan kuno yang secara fisik berciri khas tangga putar (out the trap) dari besi. Kemudian menuju Taman Srigunting. Taman ini salah satu landmark Kota Lama Semarang. Dulu taman tersebut berwujud parade plein untuk panggung parade. Sekarang menjadi ruang terbuka berupa taman yang menjadi tempat berkumpul dan berkegiatan masyarakat.

Lokasi lain yang disinggahi Menpar adalah Gereja Blenduk. Gedung ini dibangun masyarakat Belanda pada tahun 1753. Nama Blenduk merupakan julukan dari masyarakat sekitar yang artinya kubah. Menpar pun tidak melewatkan pohon akar yang instagramble. Uniknya akar pohon menempel pada bangunan tua. Terakhir, Menpar Arief Yahya melihat kerajinan di Galery UMKM.

Menpar Arief Yahya menyebut Kota Lama harus selalu menjadi perhatian. “Kenapa? Karena pariwisata Semarang terus tumbuh. Khususnya dari sektor cruise ship. Pelabuhan Tanjung Emas Semarang adalah pintu masuk buat cruise ship di Jawa Tengah,” jelasnya.

Hal lain, Semarang termasuk dalam kawasan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) yang merupakan destinasi prioritas. Semarang semakin diperkaya dengan akses yang kian mudah. Salah satunya akses tol yang dibangun di era Presiden Joko Widodo.

“Akses menuju Kota Semarang semakin lancar, apalagi sudah tersambung dengan tol Jakarta-Surabaya. Perjalanannya dijamin akan lancar. Dengan tol, perjalanan hanya ditempuh dengan waktu 1 jam,” ujarnya.

Tidak hanya lancar, Semarang termasuk destinasi yang aksesibilitasnya sangat lengkap. Selain akses tol, Semarang memiliki bandara internasional modern. Bandara dengan direct flight ke Malaysia dan Singapura. Ada juga akses kereta api dan kapal laut.

Menteri Pariwisata tidak lupa memperkenalkan kuliner Semarang. Selain yang ikonik seperti lumpia, bandeng, moci, dan wingko babat, Menpar juga memperkenalkan makanan baru super pedas, iwak manyung.

Sementara Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti menambahkan, Kota Lama bisa seperti ini karena ada Perwal yang mengaturnya.

“Kami sejak lama ingin Kota Lama menjadi bagus. Sejak Perda No 8/2003, kita ingin menjadi Kota Lama menjadi kelas dunia. Kita juga mendatangkan banyak konsultan untuk memolesnya. Pada 2017, kita ajukan anggaran ke Kemen PUPR untuk direvitalisasi. Kawasan ini jadi bebas kabel dan ada street furniture,” paparnya.

Hevearita berharap dukungan Menpar untuk menjadikan kawasan Kota Lama menjadi World Heritage City.

“Kita butuh banyak support untuk mendukung Kota Lama mendapatkan status world heritage. Kita membutuhkan investor atau dukungan BUMN. Kita membutuhkan juga dukungan untuk mengelola SDM dan manajemen. Agar kita bisa mendapat status world heritage city," pungkasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini