nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gempa Magnitudo 7,4 Maluku Terasa hingga Sorong, ASN Berhamburan Keluar Kantor

Chanry Andrew S, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 24 340 2070199 gempa-magnitudo-7-4-maluku-terasa-hingga-sorong-asn-berhamburan-keluar-kantor-JTWQLYNjWU.png ASN di Sorong merasakan gempa berkekuatan tinggi yang terjadi di Maluku Tenggara Barat (Foto: Andrew/Okezone)

SORONG - Guncangan gempa dengan Magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Laut Banda Maluku Tenggara Barat dan sekitarnya, dan juga turut dirasakan di wilayah Kota Sorong, Senin (24/6/2019), membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang bekerja di dalam Kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat tampak berhamburan keluar dan meninggalkan ruangan kerja mereka untuk selamatkan diri.

“Kita yang lagi kerja di lantai atas, terasa sekali gempanya, makanya kita semua lari turun karena takut ada gempa susulan,” kata Abner yang merupakan salah seorang ASN dilingkungan Setda Kota Sorong.

Selain ASN yang berhamburan keluar ruangan, tampak Wali Kota Sorong Drs Ec Lambert Jitmau, MM juga ikut keluar ruangan karena kaget dengan guncangan gempa.

Dalam siaran persnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Indonesia Rahmat Triyono, mengatakan memperhatikan lokasi episenter dan ke dalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi Laut Banda.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Banda ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip fault).

Ilustrasi

Baca Juga: Gempa M 7,4 di Maluku Tenggara Guncangannya Terasa hingga Darwin Australia

Tak hanya gempa di perairan laut Banda, Maluku, di wilayah Papua juga terjadi gempa bumi sebanyak dua kali, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan Gempa M6,0 terjadi di wilayah Kabupaten Memberamo Raya pukul 08.05.26 WIB, wilayah Kabupaten Memberamo Raya diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,0 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,67 LS dan 138,76 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 85 km arah tenggara Kota Burmeso, Kabupaten Memberamo Raya, Propinsi Papua pada kedalaman 10 km.

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di Sarmi III-IV MMI, Jayapura II-III MMI di Jayapura, dan Wamena II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 08.50 WIB, Hasil monitoring BMKG sudah ada tiga aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan M=4,7 , M=5,1 dan M=4,4. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini