nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembunuh Balita di Temanggung Divonis 15 Tahun Penjara

Antara, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 19:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 24 512 2070351 pembunuh-balita-di-temanggung-divonis-15-tahun-penjara-ahuo6fUhGE.jpg Pelaku pembunuhan di Temanggung menjalani rekonstruksi (Foto: KR Jogja)

TEMANGGUNG - Pengadilan Negeri Temanggung, Jawa Tengah, menjatuhkan hukuman penjara 15 tahun kepada terdakwa Sunaryo, warga Desa Gandon, Kaloran, Kabupaten Temanggung, pelaku tindak kekerasan terhadap anak balita sehingga meninggal dunia.

Seperti dikutip dari Antaranews, sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Temanggung, Senin (24/6/2019) dengan Ketua Majelis Hakim R. Agung Aribowo juga menjatuhkan denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti pidana selama 3 bulan.

Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut hukuman penjara selama 20 tahun.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Balita di Temanggung Jalani 21 Adegan Rekonstruksi

Agung menuturkan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan penderitaan yang teramat dalam bagi keluarga korban, dan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.

Kemudian hal yang meringankan terdakwa sopan di persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa adalah tulang punggung keluarga, terdakwa mengalami depresi berat saat melakukan perbuatannya.

Terdakwa terbukti melanggar Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Ilustrasi 

Majelis hakim juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan, menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan, dan menetapkan barang bukti berupa satu bilah parang panjang sekitar 50 sentimeter untuk dimusnahkan.

Atas putusan majelis hakim tersebut, terdakwa dan jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Persitiwa bermula saat Sunaryo pulang dari tempat kerjanya, sebagai penambang pasir lereng Merapi‎ di Magelang. Beberapa waktu di rumah, Sunaryo tiba-tiba mengamuk pada 21 November 2018.

Waktu itu, Sunaryo tiba-tiba berteriak histeris sembari berlari keluar dari rumahnya dengan membawa parang di tangan‎. Tanpa sebab yang jelas, dia hendak melukai ibu dan saudaranya tetapi keduanya berhasil menyelamatkan diri.

Baca Juga: Balita Tewas dan Ibunya Luka Parah Ditebas Parang oleh Tetangga 

Sunaryo kemudian langsung menghampiri Rafa dan Kholisatun yang sedang duduk di teras rumah mereka, sekitar 100 meter dari rumah ibu tersangka. Rafa dan ibunya terkena sabetan parang Sunaryo bertubi-tubi.

Rafa meninggal dunia sedangkan ibunya luka serius sehingga harus dirawat intensif di RSUD Temanggung. Tidak hanya itu, Sunaryo juga melukai tetangganya, Atik yang sedang berjalan di dekat lokasi kejadian.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini