nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Politisi Bengala Barat "Diburu" Warga yang Tuntut Pengembalian Uang Suap

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 17:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 25 18 2070764 politisi-bengala-barat-diburu-warga-yang-tuntut-pengembalian-uang-suap-GZLkpJ5U0z.jpg Foto: AFP.

KOLKATA - Warga Negara Bagian Bengala Barat, India menyatakan “perang” terhadap para politisi karena alasan yang tidak biasa: mereka menuntut para wakil mereka untuk mengembalikan uang suap yang mereka bayar.

Menteri Utama Bengala Barat, Mamata Banerjee, telah mengatakan kepada para menterinya untuk mengembalikan uang suap yang dibayarkan warga yang mencari akses ke skema pemerintah.

Polisi mengatakan bahwa rumah pimpinan partai lokal di Bengala Barat itu “diserbu” oleh penduduk yang menginginkan uang mereka kembali. Kejadian serupa telah dilaporkan terjadi di seluruh negara bagian itu.

"Uang yang telah mereka ambil ... mereka harus mengembalikannya kepada para korban. Kami akan memberi pelajaran kepada para pemimpin ini," kata seorang demonstran kepada Indo-Asian News Service (IANS) yang dilansir BBC, Selasa (25/6/2019).

Amitabha Bhattasali dari BBC Bengali mengatakan bahwa praktek suap cukup umum dalam politik India, namun, skenario seperti di Bengal Timur sama sekali tidak terduga. Dia menambahkan bahwa laporan mengenai demonstrasi yang diorganisir muncul setiap hari di seluruh Bengala Barat.

Banerjee, seorang pemimpin yang sangat populer menjabat sebagai menteri utama Bengala Barat pada 2011. Tetapi, dalam beberapa waktu terakhir kepopulerannya mulai menurun sehingga membuatnya bingung.

Pernyataan terakhirnya mengenai suap mungkin merupakan upaya untuk mendapatkan kembali sebagian keunggulan yang hilang dari kekalahannya terhadap Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa dalam pemilihan umum baru-baru ini.

Partainya hanya memenangi 22 dari 42 kursi Benggala Barat. Jumlah itu adalah sebuah penurunan besar dari 32 kursi yang dimenangkannya pada 2014, dalam pemilihan yang dirusak oleh kekerasan yang menyebabkan sejumlah aktivis politik di negara bagian itu terbunuh.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini