Keluarga Keluhkan Santunan Petugas KPPS Meninggal Belum Cair

Antara, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 19:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 25 605 2070825 keluarga-keluhkan-santunan-petugas-kpps-meninggal-belum-cair-827WJgeRfR.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

PALEMBANG - Keluarga dan ahli waris petugas KPPS yang meninggal dalam pelaksanaan pemilu 17 April di Kota Palembang berharap santunan pemilu dapat lebih cepat diberikan karena kebutuhan hidup semakin mendesak.

Salah seorang istri petugas KPPS yang meninggal, Sasmita, mengatakan, sejak ditinggal sang suami yakni Najiullah, ia harus menanggung hidup serba kekurangan bersama dua anak kecilnya.

"Kemarin sempat di telefon dari KPU mengenai berkas yang kurang, lalu saya lengkapi lagi berkasnya, namun sampai sekarang belum ada kelanjutannya," ujar Sasmita seperti dikutip Antaranews, Selasa (25/6/2019).

Baca Juga: KPU: Petugas KPPS Meninggal Dunia Bertambah Jadi 119 Orang 

Ia bahkan tidak mengetahui besaran santunan yang akan diterimanya, tetapi hal terpenting baginya santunan tersebut diberikan secepat mungkin untuk dijadikannya modal awal membuka usaha kecil guna menghidupi keluarganya.

Ilustrasi 

Sasmita saat ini menumpang di rumah adik iparnya di Jalan A. Yani Lorong Manggis Kelurahan Silaberanti Kota Palembang, sang suami (Najiullah) meninggal setelah lima hari mendapat perawatan di RSUD Bari Palembang akibat kelelahan saat bertugas sebagai Linmas pada hari Pemilu.

"Padahal, suami saya tidak pernah sakit, tapi saat dirawat, dokter bilang suami saya terdiagnosa maag akut, mungkin karena kelelahan, saya terpukul sekali waktu itu namun tidak bisa menyalahkan siapa-siapa," kata Sasmita.

Baca Juga: Petugas KPPS di Depok Kembali Meninggal, Total Empat Orang 

Pasca-meninggalnya Najiullah, ia harus membesarkan dua anaknya yang berumur 3,5 tahun dan 1,5 tahun sendirian dengan kondisi belum memiliki pekerjaan serta hidup dari bantuan keluarga terdekat. "Dulu sempat ditawari pekerjaan oleh Wakil Wali Kota Palembang saat kunjungan ke sini, tapi belum ada kejelasan lagi," kata Sasmita yang baru saja menggelar tahlilan 40 hari meninggalnya sang suami pada Kamis 20 Juni malam.

Sementara Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana, mengatakan dana santunan belum bisa didistribusikan karena masih menunggu hasil revisi anggaran di KPU Sumsel. "Data petugas KPPS yang meninggal masih belum selesai di revisi, jadi semua dana santunan dikembalikan ke KPU provinsi sehingga belum diberikan, namun secepatnya akan kami salurkan," kata Kelly Mariana.

Di Sumsel, kata dia, terdapat 27 petugas KPPS meninggal dunia selama rangkaian pemilu dan ditetapkan pihaknya akan mendapat santunan dari KPU RI sebesar Rp36 juta per orang yang bakal diserahkan langsung kepada ahli waris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini