nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PDIP: Indonesia Harus Kembali ke UUD 1945 Agar Tak Ada Perpecahan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 18:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 26 337 2071250 pdip-indonesia-harus-kembali-ke-uud-1945-agar-tak-ada-perpecahan-jgIejVaxBQ.jpg

JAKARTA - Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Emir Moeis menuturkan masyarakat harus tetap bersatu pasca pemilu serentak 2019. Karena itu menurutnya Indonesia harus kembali Undang-Undang Dasar 1945 dengan menganut sistem ketatanegaraan sesuai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan dan demokrasi sesuai Pancasila.

“Perkembangan akhir-akhir masyarakat terpecah dua jadi 01 dan 02. Bukan hanya masyarakat, daerah-daerah juga terpecah menjadi daerah 01 dan 02. Daerah yang tidak menerima calonnya kalah mengancam mau memisahkan diri,” tutur Emir Moeis kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Karena itu, Emir mengingatkan apapun putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada esok hari Kamis (27/6/2019) nanti tentang pemenang dalam Pilpres lalu takkan menyelesaikan masalah bangsa tersebut.

“Ini semuanya karena selama ini telah terjadi salah urus dalam bernegara. Satu-satunya cara untuk membereskan hal ini adalah kita kembali ke UUD 1945,” tegasnya.

“Sebagai pelaku dalam amandemen UUD 1945 selama di DPR dulu, saya lihat itu banyak dilakukan oleh orang-orang yang tidak berpengalaman, yang tidak mendalami perjuangan negara bangsa ini sebagaimana founding father kita. Berbeda jauh,” tambah mantan Anggota DPR itu.

Jika merujuk pada tanggal 5 Juli 1959 saat Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang menyatakan Indonesia kembali ke UUD 1945. Menurut dia, saat itu Indonesia menganut sistem liberalisme, kapitalisme, dan demokrasi parlementer, yang terus-menerus memicu jatuh bangunnya kabinet.

Ilustrasi

Saat itu, kata dia, sistem politik dan keamanan yang tidak stabil membuat pembangunan infrastruktur terhenti dan memicu ketidakstabilan ekonomi yang luar biasa.

“Sejak kembali ke UUD 1945, pemberontakan-pemberontakan dan gerakan separatis, seperti DI/TII dan PRRI/Permesta, berhasil dipadamkan,” paparnya.

Kemudian, Emir juga mengutip pidato Bung Karno saat itu bahwa Indonesia mulai memunculkan pembangunan-pembangunan infrastruktur, mulai dari pembangunan pabrik baja, pabrik semen, sampai instalasi atom. Juga membangun Jalan Jakarta By Pass, Jalan Lintas Sumatera, dan Jalan Lintas Kalimantan walaupun memang masih dalam tahap awal.

Indonesia bahkan sanggup menggelar pesta olahraga se-Asia dan membangun stadion utama yang kita kenal sekarang sebagai Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno. Juga hotel-hotel internasional mulai bermunculan. Yang terpenting dari segalanya adalah kembalinya Irian Barat ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Itu pidato dan konsep Bung Karno setengah abad yang lalu masih relevan untuk digunakan sekarang, yakni kembali lagi ke UUD 1945 yang seutuhnya," kata Emir.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini