nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ustadz Rahmat Baequni Diizinkan Kembali Ceramah Asal Tak Sebar Hoaks

Antara, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 15:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 27 525 2071635 ustadz-rahmat-baequni-dizinkan-kembali-ceramah-asal-tak-sebar-hoaks-CB9N4qfawj.jpg Tersangka Kasus Penyebaran Hoaks Petugas KPPS Meninggal, Ustadz Rahmat Baequni (foto: Bagus Ahmad Rizaldi/Antara)

BANDUNG - Polda Jawa Barat tidak menahan Ustadz Ramhat Baequni yang terjerat kasus penyebaran hoaks soal meninggalnya anggota KPPS. Selain itu, pihak kepolisian juga membolehkan Ustadz Rahmat Baequni kembali berdakwah selama tidak mengulangi perbuatannya.

"Semua para tersangka yang ditangani oleh kita dan tidak dilakukan penahanan itu tidak boleh menghilangkan barang bukti, melarikan diri, mengulangi perbuatannya atau melakukan perbuatan baru," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Bandung seperti dilansir Antaranews, Kamis (27/6/2019).

Baca Juga: Ustadz Rahmat Baequni Terancam 10 Tahun Penjara Gara-Gara Hoax KPPS Tewas Diracun 

Namun, jika Rahmat mengulangi perbuatannya atau melakukan tindak pidana baru, pihak kepolisian tidak akan segan untuk menegakkan hukum secara profesional.

"Kita sesuai koridor aspek hukum. Aspek hukum yang diterapkan pasalnya apa atau itu pidana baru," ucap dia.

Hoax atau hoaks. (Foto: Okezone)	 

Rahmat sendiri rencananya akan melakukan ceramah di Masjid Al Amin pada 2 Juli 2019 dengan tema 'Masjid sebagai Benteng Aqidah Umat' sesuai dengan sebaran yang beredar.

Menanggapi hal tersebut, Trunoyudo mengatakan pihak kepolisian mempersilahkan Rahmat dalam melakukan ceramah selama tidak kembali menyebarkan hoaks.

"Ya tidak apa-apa, asalkan tidak mengulangi perbuatan," kata dia.

Baca Juga: Jadi Tersangka Hoaks, Ustadz Rahmat Baequni Berkilah Hanya Mengutip dari Medsos 

Sebelumnya, Baequni telah ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa oleh Ditreskrimsus Polda Jabar sejak diamankan pada Kamis (20/6) malam. Ia diperiksa karena terjerat kasus dugaan penyebaran hoaks terkait Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang gugur karena diracun.

Atas perbuatannya, Baequni terancam hukuman diatas lima tahun penjara dengan disangkakan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 yaitu UU ITE dan atau pasal 207 KUHP pidana.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini