nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arena Judi Sabung Ayam Berlogo Partai Digerebek Polisi

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 02:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 27 609 2071383 arena-judi-sabung-ayam-berlogo-partai-digerebek-polisi-darOXPZiwP.jpg

MAKASSAR - Sebuah peristiwa menarik saat penggerebekan judi sabung ayam berlangsung tepatnya di Dusun Polewali, Desa Labotto, Kecamatan Cendrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Para pelaku kocar-kacir berlari untuk menghindari sergapan aparat petugas kepolisian. Menariknya ayam jagonya sendiri yang juga kabur sempat mengudara lalu terjatuh dikepala salah seorang pelaku. Pelaku kaget disangka petugas menjambat rambutnya hingga terjatuh.

Tidak hanya itu, mereka lainnya ada yang sampai panjat pohon dan kabur disemak belukar. Mereka keluar dari persembunyiannya lantaran bentol-bentol digigit serangga hingga pelaku pun memilih serahkan diri.

Judi Sabung Ayam

Belakangan juga terungkap dalang aksi perjuadian sabung ayam tersebut yang disponsori oleh oknum politisi partai amanat nasional (PAN). Hal itu diungkapkan Kapolres Bone AKBP Kadarislam saat dikonfirmasi Okezone, Rabu 26 Juni 2019.

Ia menatakan hasil penggerebekan itu da 11 orang yang diamankan bersama barang bukti digunakan saat berjudi berupa ayam jago yang diadu.

"Anehnya di arena aduan terdapat logo partai," kata AKBP Kadarislam.

Dan diakui salah satu pelaku bahwa logo partai itu dia dapatkan dari salah seorang calon legislatif terpilih pada dapil V di wilayah pemilihannya tempat judi sabung ayam tersebut.

AKBP Kadarislam meyebutkan bahwa oknum calon legislatif terpilih itu, pihak penyidik masih mendalami keterlibatannya.

"Penyidik masih mendalami peran oknum legislatif terpilih itu. Dari hasil pemeriksaan berjumalh 11 orang itu. Ada 6 yang ditetapkan sebagai tersangka 5 lainnya sebagai saksi dan menyatakan bahwa mereka berada dilokasi hanya sebagai penonton saja," jalas AKBP Kadarislam.

Disebutkan perwira dua bunga melati dipundaknya itu bahwa merekan 11 orang diamankan saat penggerekan berlangsung pada Senin (25/6/2019), masing-masing bernama Baharuddin, (50), Alimuddin (60), Samaruddin (41), Arisa (42), Alias (32), Sarwin (30), Herman (37), Sartadi (27), Syamrisal, Suryadi (28), Umar (34), dan Jumardi.

"Nah mereka dari 11 orang itu ada 6 berstatus tersangka. Masih ada sekitar 17 orang lainnya yang sudah dikantongi identitasnya dalam pengejaran dan berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Kasus ini masih dalam pengembangan," kata AKBP Kadarislan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini