Pasca-Putusan MK, Prabowo-Sandi Diminta Tunjukkan Sikap Kenegarawanan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 29 Juni 2019 12:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 29 605 2072528 pasca-putusan-mk-prabowo-sandi-diminta-tunjukkan-sikap-kenegarawanan-YfjL6iTHx8.jpg Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno Bersama Koalisi Pendukung Adil dan Makmur Gelar Konfrensi Pers Menanggapi Putusan MK di Kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (27/6/2019). (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan pasangan capres-cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menanggapi hal itu, Ketua Umum Rumah Jokowi (RJ) Yongki Jonacta Yani  menyarankan kepada Prabowo-Sandi untuk menunjukkan sikap kenegarawannya dengan menerima putusan MK.

"Terima putusan MK ini, enggak usah repot-repot cari celah langkah konstitusi lainnya," kata Yongki, Sabtu (29/6/2019).

Baca Juga: Usai Putusan MK, Perdebatan soal Pilpres Harus Diakhiri 

Ragam Ekspresi Tim Kuasa Hukum BPN Prabowo-Sandi di Sidang Putusan MK

Dia mengaku, heran dengan pernyataan Prabowo yang mengatakan menerima putusan MK, tapi di sisi lain ingin mencari celah langkah konstitusi lain. "Kalau menerima ya enggak perlu kasak-kusuk lagi," ujarnya.

Yongki menegaskan, MK adalah lembaga tertinggi dalam penanganan kasus sengketa pemilu. Dengan begitu, segala putusan MK harus dipatuhi dan dilaksanakan. Artinya, tidak ada celah secara konstitusi lagi.

"Kalau pun kubunya Prabowo memilih jadi oposisi ya silakan saja. Tapi harus menjadi oposisi yang sehat dan membangun. Bukan mencari-cari kelemahan dan kesalahan dari Jokowi, apalagi dibuat-buat, alias hoaks," tutur dia.

Yongki mengapresiasi keinginan dari KPU, yaitu berharap agar Prabowo-Sandiaga Uno hadir di acara penetapan capres-cawapres terpilih pada 30 Juni mendatang.

"Ini akan menjadi moment bersejarah dan pembelajaran berdemokrasi yang sangat bagus bagi rakyat kalau Prabowo datang. Teletubbies saja bisa berangkulan, masa Prabowo enggak bisa," ucap dia.

Sementara Sekjen RJ Omar Aram mengatakan putusan MK sesuai dengan keinginan rakyat Indonesia.

Baca Juga: Jadi Oposisi atau Gabung ke Jokowi, Gerindra: Keputusannya di Tangan Prabowo 

"Rakyat sudah menentukan pemimpinnya lima tahun ke depan yaitu Jokowi-Ma'ruf Amin. Kita enggak boleh merubah atau memanipulasi pilihan rakyat," kata Omar.

Dengan putusan MK ini, lanjut Omar, bahwa proses Pilpres 2019 telah selesai, dan Jokowi-Ma'ruf Amin terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

"Ke depannya, tugas para relawan dan seluruh rakyat Indonesia yaitu mengawal dan memastikan seluruh program kerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin berjalan dengan baik," ucapnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini