nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesal Diputusin, Pria Ini Nekat Sebar Foto Bugil Mantan Pacarnya

Azhari Sultan, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 21:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 01 340 2073283 kesal-diputusin-pria-ini-nekat-sebar-foto-bugil-mantan-pacarnya-SvOYLDBSx9.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAMBI - Hati-hati bila putus dengan pacar, apa lagi sempat terdapat foto bugil yang dimiliki pacarnya. Di Jambi, pemuda bernama Dian Sanjaya (22) harus berurusan polisi setelah nekat menyebarkan foto tanpa busana mantan kekasihnya melalui pesan WhatsApp teman-temannya.

Tidak terima dengan ulah tersangka, keluarga korban melaporkan perbuatan pelaku ke Polresta Jambi. Tidak menunggu lama, tersangka yang berdomisili di kawasan Kebun Handil, Jelutung, Kota Jambi berhasil ditangkap tim Reskrim Polresta Jambi.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Yuyan Priatmaja mengungkapkan, sebelumnya mereka berdua pernah menjalani suatu hubungan asmara. Pada saat pacaran dengan korban berinisial TF, tersangka meminta foto-foto bugil korban yang kemudian disimpan dalam memori handphone pelaku.

"Setelah putus karena masalah tertentu, tersangka yang sakit hati, mengirimkan foto-foto lamanya yang terdapat foto syur korban itu kepada teman-temannya dan kakaknya melalui aplikasi WhatsApp," tutur Yuyan kepada wartawab, Senin (1/7/2019).

Tidak terima atas perbuatan mantan kekasihnya itu, korban melaporkan perbuatan tersangka di Polresta Jambi.

Penangkapan

"Dengan adanya kejadian tersebut, pelapor keberatan dan melaporkan perbuatannya kepada polisi. Ada tiga poto sebagai barang bukti. Dan ini adalah foto-fotonya sekilas," tuturnya sembari menunjukan poto barang buktinya.

Akibat perbuatannya, tersangka harus mendekam lama di sel tahanan Polresta Jambi.

Oleh petugas, tersangka dikenakan Undang-ndang ITE dan pornograpi, yaitu Pasal 29 jo pasal 4 ayat 1 dan atau pasal 32 jo pasal 6 Undang undang RI Nomor 44 tahun 2008 tentang pornograpi dan termasuk transaksi elektronik.

"Ancamannya itu paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun atau denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar," tukas Yuyan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini