nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berdasarkan Ayat Alquran, MUI Sulsel Tegaskan Nikah Sedarah Haram

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 14:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 03 609 2074129 berdasarkan-ayat-alquran-mui-sulsel-tegaskan-nikah-sedarah-haram-8y4YZ51r2d.jpg Ilustrasi Pernikahan (Foto: Ist)

MAKASSAR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya angkat bicara terkait adanya pernikahan sedarah atau saudara kandung yang terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

Menurut MUI Sulsel pernikahan yang dilakukan oleh Ansar (32) tahun bersama adiknya itu haram menurut ajaran Islam.

Ketua Komisi Fatwa Prof. Rusydi Khalid, mengatakan ajaran Islam yang berdasarkan Alquran dan hadis secara tegas mengharamkan perkawinan lelaki dengan saudara perempuannya.

Dia menerangkan bahwa dalam ajaran Islam, ada 14 golongan yang dilarang untuk dinikahi. Di antaranya, larangan pernikahan karena berlainan agama, larangan pernikahan karena hubungan darah yang terlampau dekat, larangan pernikahan karena hubungan susuan, larangan pernikahan karena hubungan semenda dan larangan pernikahan poliandri.

"Haramnya perkawinan seperti itu disebutkan dalam Alquran," kata Prof. Rusydi Khalid kepada Okezone Rabu 3 Juli 2019.

Alquran

(Baca Juga: Pernikahan Sedarah Warga Bulukumba Minta Sepupunya Jadi Wali Nikah)

Ia menjelaskan dalam surat An Nisa ayat 23 yang artinya diharamkan atas kamu mengawini ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara perempuanmu, tante/saudari ayah, bibi/saudari ibu, putri saudara, putri dari saudari/ saudara perempuan, ibu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu isteri/ mertua perempuan, anak perempuan isterimu yang dalam pemeliharaamu dari isteri yang telah kamu campuri.

"Tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu dan sudah kamu ceraikan, maka tidak berdosa kamu mengawini anak perempuan (dari mantan isterimu yang tidak pernah kamu gauli," lanjutnya.

Haram juga mengawini isteri anak kandung lelakimu dan mengumpul dalam perkawinan dua perempuan yang bersaudara kandung. "Kecuali yang terjadi di masa lalu. Sesungguhnya Allah Maha pengampun maha penyayang," kata Khalid. (edi)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini