Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani menyatakan, pariwisata Banyuwangi terus berkembang dan menunjukkan hasil yang membanggakan. Secara bertahap, tiga unsur utama pariwisata yang digagas Menpar Arief Yahya juga digarap dengan maksimal. Yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas, atau yang biasa disebut 3A.
“Pesona alam Banyuwangi semakin memikat banyak wisatawan. Jumlah kunjungan turis pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain ‘The Triangle Diamond’, Banyuwangi juga memiliki banyak destinasi lain. Termasuk gelaran festival budaya,” ungkapnya.
Ni Wayan Giri menambahkan, sejak tahun 2014, Banyuwangi bahkan sudah mencatat prestasi Triple Growth. Ini jelas sebuah hal yang membanggakan dan wajib untuk terus ditingkatkan.
Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga Kemenpar Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, Pemerintah Banyuwangi memiliki rencana pengembangan Wisata Kaki Gunung Ijen. Ini dilakukan untuk re-branding kawasan tersebut. Selain sebagai destinasi wisata alam, wisata olah raga alam, juga sebagai destinasi wisata seni budaya.
Rencana tersebut juga untuk memprakarsai dibangunnya Taman Gandrung Terakota dengan konsep rawat ruwat seni budaya Banyuwangi, yang dilengkapi dengan instalasi seni patung terakota. Kemudian menyelenggarakan pementasan sendratari bulanan di Amfiteater Taman Gandrung Terakota, dan menyelenggarakan event Festival Kaki Gunung Ijen Setiap bulan.
“Dengan tambahan 12 kali Festival Kaki Gunung Ijen dalam setahun, maka manfaat ekonomi yang akan dinikmati masyarakat sekitar akan semakin banyak. Sehingga, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kawasan Kaki Gunung Ijen,” terangnya.