nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gelombang Laut di Selatan Jawa Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 09:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 04 510 2074425 gelombang-laut-di-selatan-jawa-masih-tinggi-masyarakat-diminta-waspada-EJ3VupA0Dq.jpg Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto : Dok Shutterstock)

TEMON – Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo mengimbau masyarakat khususnya wisatawan berhati-hati saat mengunjungi kawasan pantai. Pasalnya, gelombang laut di selatan Jawa hingga saat ini masih tinggi.

"Kepada pengunjung, tolong patuhi aturan petugas SAR, jangan mandi di laut, dan selalu jaga putra-putrinya karena ombak besar tidak dapat diprediksi datangnya," kata Koordinator SRI Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, Rabu (3/7/2019).

Aris mengatakan dari pemantauan petugas SAR, gelombang laut mengalami peningkatan pada Kamis (2/7/2019) pagi. Fenomena itu terjadi di hampir semua pantai di Kulonprogo. Di Pantai Glagah, Kecamatan Temon misalnya, terjangan ombak mencapai area permukaan pemecah ombak.

"Tapi hanya tadi pagi, sekarang sudah berangsur normal. Dari semalam juga nihil peristiwa menonjol," ujar Aris.

Dia memaparkan, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta per hari ini, tinggi gelombang laut di perairan selatan DIY diperkirakan mencapai 5 meter dengan pergerakan dari barat daya menuju timur laut. Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian masyarakat, terutama yang hendak berkunjung ke objek wisata pantai.

Ilustrasi gelombang tinggi

"Karena ombak besar itu rawan menimbulkan kecelakaan laut, seperti terseret ke tengah, secara umum memang (ketinggian gelombang-red) mengalami peningkatan sesuai info BMKG," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Staklim Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa dalam wawancara dengan Harian Jogja, pada Minggu (30/6/2019) mengatakan tingginya gelombang laut akan terjadi hingga 6 Juli.


Baca Juga : BMKG: Gelombang Tinggi Akan Terjadi di Laut Jabar hingga Sepekan

Dia menjelaskan fenomena ini disebabkan peralihan musim, dari hujan ke kemarau, yang menimbulkan angin kencang dari arah Samudera Hindia mengarah Pantai Selatan dan membentuk gelombang laut yang tinggi.

Pihaknya juga mengimbau pengunjung pantai maupun nelayan mengutamakan kehati-hatian ketika berada di kawasan pesisir. "Tetap waspadai gelombang pasang dan memperhatikan arahan dari petugas SAR setempat," kata Sigit.

Baca Juga : BMKG: Suhu Udara di Indonesia Akan Lebih Panas pada 2020-2030

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini