nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Balita Tewas saat Penangkapan Bandar Narkoba, Politisi Filipina: Dunia Tidak Sempurna

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 21:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 05 18 2075208 balita-tewas-saat-penangkapan-bandar-narkoba-politisi-filipina-dunia-tidak-sempurna-y0oCpWLNLf.jpg Ronald dela Rosa. Foto/Reuters

MANILA - Seorang mantan jenderal polisi Filipina yang banyak memimpin operasi melawan narkoba merespons kematian balita yang tewas saat penggerebekan bandar narkoba dengan menjawab bahwa hidup tidak sempurna.

Ronald dela Rosa, yang saat ini seorang Senator, mengatakan risiko tidak dapat dihindari dalam operasi polisi, pada Minggu (30/7/) yang menewaskan balita Myka Ulpina (3) di sebuah provinsi dekat Manila.

Polisi mengatakan gadis itu digunakan sebagai perisai oleh ayahnya, seorang pengedar narkoba yang menembaki polisi ketika mereka mencoba menangkapnya. Namun ibu anak itu menolak kejadian versi polisi.

"Kita hidup di dunia yang tidak sempurna," kata dela Rosa mengutip Daily Mail, Jumat (5/7/2019).

“Apakah seorang petugas polisi ingin menembak seorang anak? Tidak pernah, karena mereka punya anak juga. Tapi sayangnya itu terjadi saat operasi.”

Baca JugaPresiden Duterte Ancam Penjara Pihak yang Ingin Melengserkannya

Baca JugaPresiden Filipina Mengaku Pernah Jadi Gay Sebelum Akhirnya Sembuh

Organisiasi hak asasi manusia (Human Rights Watch) yang bermarkas di New York mengatakan kematian anak itu harus menjadi memotivasi masyarakat internasional untuk melakukan sesuatu demi mencegah lebih banyak korban.

Foto/Reuters

Bulan lalu, 11 pakar hak asasi manusia asal AS menyerukan penyelidikan internasional terhadap perang narkoba Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa.

Para pengkritik Duterte mengatakan kampanye perang narkobanya yang telah berjalan selama 3 tahun gagal.

Aktivis mengatakan jumlah yang terbunuh dalam insiden terkait narkoba lebih dari 20.000 orang.

Juru bicara kepolisian Bernard Banac mengatakan petugas yang terlibat dalam keamtian anak itu telah ditangguhkan sambil menunggu penyelidikan.

Dia menceritakan versi polisi, bahwa ayah gadis itu menembak terlebih dahulu.

"Dalam situasi itu tidak dapat membantu jika ada kecelakaan ... jika dia menggunakan putrinya sebagai perisai manusia," katanya kepada saluran berita ANC.

Dalam sebuah Tweet, Jose Manuel Diokno, seorang pengacara terkemuka yang telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Duterte, mengatakan hari pembalasan akan tiba untuk polisi yang kejam.

“Ini bukan omong kosong. Ini terjadi ketika pemerintah menjalankan keadilan dengan senjata bukan lewat pengadilan,” katanya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini