nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejari Wonogiri Nilai Pembunuhan Caleg Golkar Sragen Tak Perlu Rekonstruksi

Agregasi Solopos, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 13:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 08 512 2076015 kejari-wonogiri-nilai-pembunuhan-caleg-golkar-sragen-tak-perlu-rekonstruksi-Nr2IwlMIId.jpg Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Caleg DPRD Sragen dari Partai Golkar Sugimin (foto: Rudi Hartono/Solopos)

WONOGIRI - Penyidikan kasus pembunuhan calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar, Sugimin terus dilakukan. Kasi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Bagyo Mulyono, menilai penyidik tak perlu menggelar rekonstruksi terkait kasus pembunuhan Sugimin.

Menurut Bagyo, alat bukti dan petunjuk dalam kasus pembunuhan berencana dengan tersangka Nurhayati dan suaminya, Nurwanto, tersebut sudah sangat jelas. Saat ini jaksa masih meneliti berkas perkara kedua tersangka itu.

Baca Juga: Sebelum Dibunuh Caleg Golkar Sragen Minta Rp750 Juta ke Nurhayati 

Jika berkas sudah lengkap, jaksa akan meminta polisi melaksanakan pelimpahan tahap II dengan menyerahkan barang bukti dan tersangka. Bagyo berharap berkas lengkap pada Juli ini agar perkara itu dapat segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri.

“Semoga sidang bisa digelar Agustus mendatang,” kata Bagyo mewakili Plt. Kajari, Hendri Antoro, Senin (8/7/2019).

Nurhayati dan Sugimin (foto: Istimewa)	 

Sebagaimana diinformasikan, Sugimin dibunuh menggunakan racun tikus oleh Nurhayati, warga Wonogiri yang merupakan rekan bisnis sekaligus istri sirinya pada 15 April lalu. Nurhayati jengkel karena kerap dimintai uang oleh Sugimin.

Terakhir Sugimin meminta uang Rp750 juta kepada Nurhayati untuk keperluan pencalegan. Sugimin terus mendesak Nurhayati bahkan mengancam akan membunuh anak Nurhayati yang berumur delapan tahun.

Baca Juga: Tersangka Pembunuh Caleg Golkar Sragen di Wonogiri Ternyata Calon Doktor 

Nurhayati kemudian pembunuhan dengan dibantu suaminya, Nurwanto. Keduanya membeli racun tikus yang kemudian dimasukkan dalam kapsul obat diare. Pada 11 April, Sugimin datang ke rumah Nurhayati dan mengeluh sakit diare.

Nurhayati menggunakan kesempatan itu untuk memberikan kapsul yang di dalamnya sudah diberi racun tikus. Sugimin meninggal pada 16 April 2019 setelah tiga kali diberi racun tikus.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini