Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berantas Terorisme, Menhan Minta Intensifkan Fungsi Intelijen

Fahreza Rizky , Jurnalis-Selasa, 09 Juli 2019 |10:49 WIB
Berantas Terorisme, Menhan Minta Intensifkan Fungsi Intelijen
Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Ist)
A
A
A

 Simposim

Kemenhan, kata Ryamizard, telah mendesain strategi pertahanan negara 'smart power' yang berbasis perang semesta atau total warfare. Konsep pertahanan ini merupakan kombinasi antara pembangunan kekuatan hard power dan kekuatan soft power.

Kekuatan hard power terdiri dari kekuatan rakyat plus kesiapan ops TNI atau alat utama sistem persenjetaan (alutsista). Sedangkan kekuatan soft power terdiri dari mindset dan diplomasi pertahanan kawasan.

"(Ini disiapkan) guna mengantisipasi tiga dimensi ancaman, yaitu ancaman fisik yang nyata dan belum nyata, serta ancaman non fisik yang dapat mengancam ideologi negara," ujarnya.

Ryamizard melanjutkan, penanganan aksi kejahatan terorisme melalui pendekatan pertahanan semesta adalah bagian dari fungsi pertahanan negara untuk melindungi keselamatan bangsa. Penanganan ancaman terorisme dilaksanakan dengan pendekatan preventif, koersif, preemptive atau represif, yang disesuaikan dengan perkembangan situasi yang dihadapi serta berdasarkan keputusan politik.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement