nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswi yang Nyambi Jadi Germo Dapat Untung 25%

Kuntadi, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 21:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 09 510 2076768 mahasiswi-yang-nyambi-jadi-germo-dapat-untung-25-mfAVecNJcY.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SLEMAN - Seorang mahasiswi asal Jambi, AA (22) yang ditangkap petugas Reskrim Polres Sleman, diketahui tinggal di kost elite. Dia indekost di salah satu rumah kost ekslusif di Condongcatur, Sleman. Dari setiap transaksi dia mendapatkan keuntungan 25 persen.

“Tersangka ini merupakan mahasiswi, yang tinggal di kost ekslusif,” jelas Kanit 3 Tindak Pidana tertentu (Tipidter) Polres Sleman, Ipda Apfryyadi Pratama dalam keterangan di Mapolres Sleman, Selasa (10/7/2019).

Antara tersangka dengan PSK yang dijual, tidak ada hubungan apapun. Mereka hanya melakukan pertemanan biasa. Hingga akhirnya ikut menawarkan transaksi prostitusi online melalui akun twitter miliknya.

 Baca juga: Mahasiswi Semok Nyambi Jadi Germo Prostitusi Online

Dari transaksi yang ada, tersangka ini mendapatkan keuntungan 25 persen. Dengan tarif Rp500 ribu sekali kencan ini satu jam. Tarif ini sudah include dengan hotel. “BB nya kita dapat Rp600 ribu, mungkin ditambah oleh pelanggann,” jelasnya.

 PSK

Tersangka diamankan petugas kepolisian pada 24 Juni lalu. Saat itu petugas yang melakukan pantauan account twitter menemukan akun @Mecca951 yang mengupload status Open minat? Wa di Bio dengan menampilkan profil seorang perempuan dengan menuliskan “Open Bio, 1X 500 maksimal 1 jam, Minat? Khusus Jogja, fast respon lewat Nomor HP tertentu”.

Dari sinilah petugas melakukan penyelidikan hinga akhirya petugas menemukan sebuah hotel di Nologaten di kamar 242 diketahui ada seorang PSK yang baru saja melayani seorang pria. Dari situlah berhasil dikembangkan dan diketahui pemilik dan pembuat akun tersebut.

Petugas juga mengamankan dua buah kondom, dan empat buah handphone serta uang senilai Rp600 ribu sebagai barang bukti. Tersangka akan dijerat dengan pasal 296 UU 11/2008 tentang ITE atau pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini