nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Rahmat Baequni dan Perkara Hoaks Lain di Jabar Belum ke Jaksa

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 13:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 10 525 2077021 kasus-rahmat-baequni-dan-perkara-hoaks-lain-di-jabar-belum-ke-jaksa-uTdQfLEBB9.jpg Ilustrasi Berita Bohong alias Hoaks (foto: Shuttestock)

BANDUNG - Polda Jawa Barat menangani tiga kasus hoax terkait Pilpres 2019. Namun, dari tiga kasus tersebut, hingga saat ini belum ada satu kasus pun yang siap dilimpahkan ke kejaksaan.

Ketiga pelaku hoax dilakukan penangguhan penahanannya. Mereka diantaranya berinisial DS, Solatun Dulah Sayuti dan Rahmat Baequni.

Baca Juga: Ustadz Rahmat Baequni Diizinkan Kembali Ceramah Asal Tak Sebar Hoaks 

"Sejauh ini belum tentunya nanti akan ada perkembangan dari penyidik terkait dengan berkas perkara tentunya akan di pelajari oleh pihak kejaksaan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Rabu (10/7/2019).

Ilustrasi (foto: Okezone) 

Namun, Truno memastikan proses hukum tiga pelaku hoax itu tetap berlanjut. Dia menjelaskan, walaupun ditangguhkan penahanannya, penyidik terus bekerja untuk melengkapi ketiga berkas agar segera di limpahkan ke kejaksaan.

"Tentu ada batas waktunya, nanti ada dievaluasi," katanya.

Sekadar mengingat, tiga pelaku hoaks sudah ditetapkan tersangka. Pertaman, DS yang keseharian berprofesi sebagai dokter diamankan polisi terkait informasi hoax soal polisi tembak anak 14 tahun hingga tewas saat aksi 22 Mei di Jakarta. DS diamankan di Bandung.

Baca Juga: Instagram Rif_Opposite Posting 2.542 Konten Hoaks 

Kemudian Solatun Dulah Sayuti, seorang pria yang berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan swasta di Kota Bandung, diamankan polisi lantaran mengunggah kalimat bernada ujaran kebencian dan provokasi terkait aksi people power di media sosial Facebook.

Terakhir Ustadz Rahmat Baequni, diamankan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka atas penyebaran berita hoaks anggota KPPS meninggal diracun. Video ceramah Rahmat soal anggota KPPS ini menyebar di media sosial.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini