nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjaring OTT, Gubernur Kepri Tiba di KPK Tanpa Ekspresi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 14:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 11 337 2077581 terjaring-ott-gubernur-kepri-tiba-di-kpk-tanpa-ekspresi-4eue6JeGKV.jpg Gubernur Kepri, Nurdin saat tiba di KPK (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta pada siang hari ini, Kamis (11/7/2019). Politikus NasDem tersebut dibawa dari Kepri ke Jakarta setelah ditangkap oleh tim Satuan Tugas (Satgas) KPK.

Pantauan Okezone, Nurdin tiba di KPK sekira pukul 14.30 WIB dengan dikawal sejumlah petugas dari lembaga antirasuah serta pihak kepolisian. Mantan Bupati Karimun tersebut tiba di KPK dengan me‎ngenakan kemeja lengan panjang berwarna hitam.

Nurdin tampak turun dari mobil dan berjalan memasuki lobby KPK tampa ekspresi. Dia berjalan dengan tatapan kosong ketika memasuki gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Nurdin pun langsung dibawa ke lantai dua ruang pemeriksaan KPK.

Nurdin dibawa ke markas lembaga antirasuah bersama lima orang lainnya. ‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, lima orang lainnya tersebut yakni, Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan, Abu Bakar; ‎Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Edy Sofyan.

 Gubernur Kepri tiba di KPK

Kemudian, Kabid Perikanan Tangkap, DKP, Budi Hartono; Staf DKP Provinsi Kepri, Aulia Rahman; serta seorang pengusaha, Andreas Budi Sampurno‎.

‎Sebelumnya, tim satgas telah melakukan pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang diamankan tersebut di kantor kepolisian setempat. KPK kemudian membawa pihak-pihak yang diamankan tersebut ke Jakarta guna pemeriksaan lebih lanjut.

Selain mengamankan enam orang, tim juga menyita uang 6.000 Dollar Singapura dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut. Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah setelah tim menemukan kembali uang dalam pecahan rupiah dan asing.

Diduga, uang yang diamankan oleh KPK tersebut akan dijadikan sebagai transaksi suap untuk mengurus izin lokasi rencana reklamasi di Provinsi Kepri.‎ Uang yang ditemukan tersebut disinyalir bukan pemberian yang pertama.

KPK sendiri mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan tersebut. Rencananya, KPK akan menggelar konpers terkait status hukum Gubernur Kepri dan lima orangnya pada sore hari nanti.

 korupsi

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini