AUCKLAND - Pameran pariwisata, perdagangan dan investasi Pacific Exposition 2019 di Auckland, Selandia Baru pada 11 hingga 14 Juli 2019, memberi dua kesuksesan bagi Indonesia. Kesuksesan memperkenalkan wisata Tanah Air ke mancanegara, sekaligus sukses membangun diplomasi pariwisata dengan 19 negara peserta pameran.
Menteri Pariwisata Arief Yahya membuat tawaran cukup menarik untuk 19 negara peserta Pacific Exposition 2019. Termasuk di dalamnya Australia dan New Zealand. Menpar menawarkan konsep Pacific One Destination, yakni berkolaborasi sebagai satu destinasi wisata.
Menteri asli Banyuwangi itu memberikan contoh terbentuknya ASEAN Single Destinastion yang berawal dari event tahunan ASEAN Tourism Forum (ATF).
"Mengapa kolaborasi dalam satu kawasan itu penting? Di belahan dunia lain juga melakukannya, mereka bersatu, berkolaborasi, membuat paket wisata untuk beberapa destinasi di beberapa negara. Misalnya, Uni Eropa dengan single visa. Amerika Latin, Tiongkok sendiri Hongkong, Shenzhen, Macao, kawasan Skandinavia dengan Finland, Sweden, Iceland, dan lainnya," ujar Arief Yahya.
“Maka ASEAN juga melakukannya, dan sukses mengembangkan paket produk destinasi bersama, promosi bersama, baik B to B, maupun G to G, antarnegara Asia Tenggara, termasuk sampai membangun SDM standar ASEAN,” tambah mantan Dirut Telkom tersebut.
Melalui rencana strategis pariwisata 2016-2025, ASEAN Single Destination ingin membangun wisata berkualitas yang menawarkan pengalaman unik, beragam, dan berkomitmen mengembangkan pariwisata yang bertanggung jawab, berkelanjutan, inklusif dan seimbang, untuk berkontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat ASEAN.