nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Deteksi 35 Titik Panas Indikasi Karhutla di Riau

Antara, Jurnalis · Minggu 14 Juli 2019 02:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 14 340 2078558 bmkg-deteksi-35-titik-panas-indikasi-karhutla-di-riau-jQWWvAALKq.jpg Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (foto: Ist)

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo kepada Antara mengatakan, personel gabungan dan tokoh agama serta masyarakat yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) Karhutla itu akan tinggal bersama masyarakat sebagai upaya memberikan pemahaman dan penjelasan pencegahan kebakaran.

"Tahun ini Satgas tidur di rumah penduduk. Berada di tengah masyarakat, termasuk bagaimana mereka melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Semua bersatu dan bergabung selesaikan masalah," kata Doni usai bertemu dengan Gubernur Riau, aktivis lingkungan, mahasiswa dan forum komunikasi pimpinan daerah lainnya.

Kebakaran hutan di Riau	 

Dia mengatakan bahwa pola penanganan Karhutla pada tahun ini akan lebih mengedepankan kegiatan pencegahan. Pola itu berubah dibanding pola sebelumnya yang cenderung fokus pada kegiatan penanggulangan.

Menurut Doni, kegiatan pencegahan Karhutla jauh lebih efektif dibandingkan dengan penanggulangan. Hal itu dikuatkan dengan data yang ia miliki bahwa Karhutla yang melanda Riau dan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia selama ini, 99 persen akibat perbuatan manusia.

Baca Juga: Kepala BNPB: Satgas Karhutla Bakal Ditempatkan di Desa Rawan Kebakaran 

Hingga awal Juli 2019 ini, tercatat lebih dari 3.300 hektare lahan di Riau hangus terbakar. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah yang terluas mengalami Karhutla dengan luas mencapai 1.435 hektare.

Selain Bengkalis, kebakaran turut melanda wilayah Rohil dengan luas kebakaran mencapai 606,25 hektare. Selanjutnya Siak 366 hektare, Dumai 269,75 hektare dan Meranti 232,7 hektare. Kemudian, di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 120 hektare, Pelalawan 95 hektare, Indragiri Hulu (Inhu) 71,5 hektare, Kampar 64,9 hektare dan Kuansing lima hektare.

Pemerintah Provinsi Riau telah mengaktifkan Satgas Karhutla setelah menetapkan status siaga darurat sejak 19 Februari hingga 31 Oktober 2019 mendatang.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini