nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rawat Jenazah Kakek dan Ayahnya, Kim Jong-un Minta Uang dari Rakyat Korea Utara

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 16:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 15 18 2079168 rawat-jenazah-kakek-dan-ayahnya-kim-jong-un-minta-uang-dari-rakyat-korea-utara-06Pxc5mCV3.jpg Kim Jong-un. Foto/KCNA

PYONGYANG - Kim Jong-un meminta dana rakyat Korea Utara untuk merawat jenazah kakek dan ayahnya yang dibalsem dan dipajang di depan umum.

Dana yang dibutuhkan untuk merawat jasad Kim Il-sung dan Kim Jong-il berkisar Rp5,6 miliar per tahun, mengutip Mirror, Senin (15/7/2019).

Jasad kakek dan nenek Kim yang dibalsem dipajang di Kumsusan Palace of the Sun (Istana Matahari) di ibu kota Pyongyang.

Foto/Strait Times

Sebagai imbalan menyumbang dana, rakyat Korut akan menerima sertifikat kesetiaan.

Namun sebuah laporan mengklaim bahwa orang-orang Korut tidak senang dengan rencana itu.

"Beberapa orang berpikir itu konyol, bagaimana pihak berwenang mengabaikan mata pencaharian mereka lalu berusaha mengumpulkan uang untuk menjaga agar mayat tidak membusuk," kata seorang sumber yang tidak disebutkan namanya.

Baca JugaKim Jong-un Eksekusi Jenderal, Tubuh Dibuang ke dalam Tangki Berisi Piranha

Baca JugaKim Jong-un Turunkan Jabatan Adiknya dari Petinggi Partai Buruh Korea Utara

Radio Free Asia melaporkan ada upacara pemberian sertifikat dari Kim Il-sung dan Kim Jong-il Fund kepada perwakilan buruh pabrik.

“Mereka memberikan sertifikat kepada anggota partai dan pekerja yang menyumbangkan uang untuk menunjukkan kesetiaan mereka," isi laporan tersebut.

"Ini akan digunakan untuk membantu pemeliharaan Istana Matahari."

Foto/EPA

Sumber itu mengatakan sebuah pidato, yang dilangsungkan di provinsi Pyongan Utara, mendorong orang untuk belajar dari kesetiaan para penyumbang dengan berpartisipasi dalam mengumpulkan dana.

"Partai memaksa semua pekerja untuk memberikan kontribusi secara reguler ke Istana Matahari. Mengatakan mereka akan memberikan pujian dan preferensi kepada pendonor."

"Mereka mengklaim bahwa sumbangan loyalitas secara teratur akan dimasukkan ke dalam dana, yang akan menghormati para pemimpin besar yang telah berkontribusi semasa hidup mereka untuk kemakmuran negara dan kebahagiaan rakyat kita," tulis laporan itu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini