nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah Bule Belanda, Giliran Mahasiswi Jadi Korban Begal Payudara di Yogyakarta

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 14:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 17 510 2080105 setelah-bule-belanda-giliran-mahasiswi-jadi-korban-begal-payudara-di-yogyakarta-jNWhtjXpQD.jpg US (19) pelaku remas payudara mahasiswi di Yogyakarta. (Foto : krjogja.com)

YOGYAKARTA – Kasus pencabulan dengan meremas payudara seorang perempuan di jalan kembali terjadi di Kota Yogyakarta, Selasa (16/7/2019). Jika sebelumnya tindak asusila itu terjadi di Mergangsan dengan korban seorang bule wanita asal Belanda, kini kejadian serupa menimpa seorang mahasiswi di kawasan Kraton. Pelaku tanpa dosa mendekati korban kemudian tiba-tiba dari samping meremas buah dada mahasiswi tersebut.

Peristiwa itu menimpa Puj (19) mahasiswi asal Cilacap, Jawa Tengah. Kemarin malam ia berada di Jalan Ngasem Yogyakarta tepatnya di selatan Gapura Ngasem untuk menunggu kedatangan taksi online yang telah dipesan.

Saat itu seorang pemuda yang diketahui berinisial US (19), warga Jember, Jawa Timur diam-diam mengintai korban. Ia kemudian mendekati korban dan tiba-tiba meremas payudara kanan mahasiswi tersebut.

Ilustrasi (Shutterstock)

Korban spontan berteriak dan mengejar pelaku yang berusaha melarikan diri. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung membantu mengejar pemuda itu dan berhasil menangkapnya.

"Tersangka melakukan aksinya dengan berjalan kaki. Saat ini telah kami amankan untuk dimintai keterangan," ucap Kapolsekta Kraton, Kompol Etty Haryanti di ruang kerjanya, mengutip krjogja.com, Rabu (17/7/2019).


Baca Juga : Remas Payudara Turis, Guru SD Ditangkap di Yogyakarta

Kepada petugas, tersangka mengaku hanya iseng melakukan tindak tak senonoh tersebut. Pelaku akan dikenakan pasal 281 KUHP tentang perbuatan asusila dengan ancaman penjara selama 2 tahun.

"Karena ancaman kurungan penjaranya di bawah 4 tahun maka tidak kami lakukan penahanan. Namun, proses hukum tetap berjalan dan penyidikan terus dilakukan," ucapnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini