nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Klaim Hancurkan Drone Iran di Selat Hormuz

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 10:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 19 18 2080904 as-klaim-hancurkan-drone-iran-di-selat-hormuz-POb2Uz2xiU.jpg USS Boxer. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) pada Kamis mengatakan bahwa kapal angkatan lautnya telah “menghancurkan” drone Iran di Selat Hormuz setelah pesawat nirawak itu mengancam kapal tersebut. Namun, pihak Iran mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan informasi mengenai kehilangan drone.

Dalam sebuah acara di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa drone itu terbang sekira 1 kilometer dari USS Boxer dan telah mengabaikan "beberapa kali seruan untuk mundur."

BACA JUGA: Garda Revolusi Iran Klaim Tembak Jatuh Drone AS dekat Selat Hormuz

“Ini adalah yang terbaru dari banyak tindakan provokatif dan bermusuhan oleh Iran terhadap kapal yang beroperasi di perairan internasional. Amerika Serikat berhak untuk membela personel, fasilitas, dan kepentingan kami,” kata Trump sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (19/7/2019).

"Drone itu segera dihancurkan," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan kepada reporter di PBB bahwa pihaknya tidak mendapatkan informasi mengenai hilangnya sebuah drone mereka.

Dalam pernyataannya, Pentagon mengatakan bahwa kapal serbu amfibi USS Boxertelah mengambil "tindakan defensif" terhadap sebuah drone pada Kamis pagi ketika berlayar di Selat Hormuz. Drone tersebut diidentifikasi sebagai milik Iran.

Ketegangan di wilayah Teluk masih tinggi, memunculkan kekhawatiran AS dan Iran dapat terlibat dalam perang karena sebuah insiden kecil.

BACA JUGA: Drone AS Ditembak, Trump Setuju Serangan Balasan ke Iran

Amerika Serikat menyalahkan Iran atas serangkaian serangan terhadap kapal-kapal kargo dan tanker di Selat Hormuz pada Mei. Teheran menolak tuduhan itu.

Pada Juni, Iran menembak jatuh drone AS yang diklaim terbang di atas wilayah udaranya. Insiden itu hampir mendorong AS melancarkan serangan udara sebagai pembalasan sebelum akhirnya dibatalkan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini