JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) dan Polri masih kesulitan menyelidiki kasus tewasnya Muhammad Reza, salah satu korban tewas kericuhan 22 Mei.
“Sampai sekarang belum dapat, kita juga sudah cari dan belum dapat. Polisi juga mengaku hal yang sama. Jadi, kita masih menunggu lagi hasil (penyelidikan),” ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantor Komnas HAM, Jakarta seperti dikutip Antaranews, Senin (22/7/2019).
Menurut Taufan, tewasnya Reza karena adanya kekerasan di bagian kepala, bukan karena peluru tajam seperti delapan korban lainnya.
“Dugannya benda tumpul. Tapi siapa yang melakukan, kan gitu. Kalau yang lain kan sudah kelihatan tuh, ada video CCTV misalnya yang merekam. Saya dulu tanya sama Brigjen Mustafa, dia bilang dari autopsi luar itu karena kekerasan di kepala,” katanya.
Baca Juga: Mahfud MD: Aksi 22 Mei Ricuh Bukan Tanggung Jawab Prabowo dan Timnya, tapi Pribadi