nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

35 Imigran Gelap Dideportasi ke Afghanistan

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 14:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 22 340 2082026 35-imigran-gelap-dideportasi-ke-afghanistan-0FV7nkISfq.jpg Sebanyak 35 imigran gelap dideportasi ke Afghanistan. (Foto : Banda Haruddin Tanjung/Okezone)

PEKANBARU – Sebanyak 35 imigran asal Afghanistan masuk ke Riau dengan cara ilegal. Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat segera mendeportasi puluhan imigran gelap itu ke negara asal.

"Mereka merupakan imigratoir. Artinya masuk Indonesia atau orang melanggar peraturan keimigrasian masuk ke Indonesia," kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Junior Sigalingging Senin (22/7/2019).

Puluhan imigratoir itu beberapa waktu diamankan pihak Imigrasi Kota Dumai. Dari pengakuannya, mereka sebelumnya masuk ke Indonesia yakni daerah Bali. Dari Bali, mereka bergerak ke Riau melalui jalur darat.

Junior menegaskan, mereka rencananya menyeberang dari Dumai ke Malaysia melalui Selat Malaka. Namun, petugas imigrasi berhasil mengidentifikasi keberadaan para imigran gelap itu.

Ilustrasi

Setelah didata, pihak Imigrasi Kota Dumai menyerahkan ke-35 imigran itu ke pihak Rudenim di Pekanbaru. Para imigratoir ini mengaku akan masuk ke Malaysia secara ilegal dan mencari kerja di sana.

Karena status mereka bukan pengungsi, seluruh pembiayaan kepulangan mereka tidak ditangggung oleh PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) dalam hal ini United Nations High Commissioners for Refugee (UNHCR).


Baca Juga : Imigrasi Medan Data Ratusan Imigran Bangladesh yang Disekap hingga Kelaparan di Ruko

Ini berbeda dengan status 1028 warga negara asing (WNA) termasuk 286 anak-anak yang statusnya adalah pengungsi dan ditanggung pembiayaannya dari UNHCR. Seribuan pengungsi dari berbagai negara tidak ditahan, tapi dititipkan di penampungan dan bebas berkeliaran, namun tetap dalam pengawasan.

"Para imigratoir ini kita amankan di Kantor Rudenim. Kebanyak mereka berasal dari warga tidak mampu. Pihak keluarga sekarang lagi mencari dana untuk pemulangan mereka. Pemerintah kita tidak menanggung pemulangan mereka," ujarnya.


Baca Juga : Razia Keimigrasian di Tangerang, 11 WNA Kocar-Kacir hingga Sembunyi di Loteng

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini