nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masyarakat Diminta Tak Panik dengan Isu Megathrust dan Tsunami di Pantai Selatan

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 16:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 23 510 2082598 masyarakat-diminta-tak-panik-dengan-isu-megathrust-dan-tsunami-di-pantai-selatan-bz34n7rbUn.jpg Ilustrasi Gempa Bumi (foto: Shutterstock)

GUNUNGKIDUL - Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengimbau masyarakat tidak panik dengan berkembangnya isu megathrust di kawasan pesisir pantai selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pasalnya, potensi ini disampaikan berdasarkan kajian yang dilakukan sebagai upaya kesiapsiagaan bencana.

“Saya juga mendengar isu potensi gempa bumi magnitudo 8,8 dan tsunami setinggi 20 meter di pesisir selatan DIY,” kata Immawan kepada wartawan, Senin 22 Juli 2019.

Baca Juga: 52 Desa Pesisir di Yogyakarta Rawan Tsunami 

Dia mengimbau, masyarakat tetap tenang karena kapan kejadian bencana tidak ada yang tahu persis. Meski demikian dirinya berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi musibah sehingga dampaknya bisa dikurangi.

“Tetap tenang dan tak usah terpengaruh dengan isu yang berkembang karena yang terpenting tetap berhati-hati dan waspada,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki. Menurut dia dari sisi kajian potensi gempa besar yang menyebabkan tsunami sangat mungkin terjadi. Pasalnya, kajian dilakukan secara ilmiah dan mengacu pada peristiwa bencana di masa lalu.

“Kalau potensi bencana sangat besar karena wilayah Indonesia dikelilingi cincin api dan sangat mungkin terjadi gempa bumi dari ujung Sumatra sampai Kepulauan Maluku,” katanya.

Edy menuturkan dari kajian pakar kegempaan disebutkan frekuensi gempa di Indonesia sangat tinggi karena intesitas mencapai tiga sampai empat kali dalam sehari. “Jadi tidak mengherankan kalau ada potensi gempa besar yang menyebabkan tsunami karena kejadian ini sudah pernah terjadi di masa lalu,” katanya.

Baca Juga: Pantai Selatan Rawan Tsunami, Ini Imbauan BPBD DIY 

Dia menjelaskan, pemaparan terhadap potensi megathrust tidak perlu dikhawatirkan karena sebagai upaya mitigasi bencana. Menurut Edy, potensi tersebut menjadi pengingat agar terus siap siaga terhadap masalah kebencanaan. “Saya kira masyarakat tidak perlu panik terkait dengan potensi tersebut,” sambungnya.

BPBD Gunungkidul terus berupaya melakukan mitigasi sehingga dampak dari bencana bisa ditekan. Selain terus menambah keberadaan desa siaga bencana, untuk tsunami Gunungkidul memiliki early warning system (EWS) yang tersebar di tujuh titik pantai. “Kami juga memiliki alat pencatat kegempaan yang tersambung dengan sistem milik BMKG,” urai dia.

(fid)

Berita Terkait

gempa

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini