nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabur dari Orangtua, Gadis 19 Tahun Laporkan Sopir Bandara karena Tak Kunjung Dinikahi

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 25 Juli 2019 22:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 25 609 2083604 kabur-dari-orangtua-gadis-19-tahun-laporkan-sopir-bandara-karena-tak-kunjung-dinikahi-UVgVH6SjkU.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

MAKASSAR - Riswandi (32), seorang supir sekaligus kondektur Bus perwakilan Kota Makassar dan Supir Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, membawa kabur seorang gadis.

Ia diamankan Tim Unit Jatanras Polrestabes Makassar setelah diduga membawa kabur dan menyetubuhi seorang gadis bernama TA (19) warga Bontonompo Gowa.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, mengatakan penangkapan dilakukan atas laporan orang tua korban. Dimana orang tuanya melapor jika anaknya hilang di bawa kabur seorang kondektur bus.

"Terus kita tindaki dan berhasil menemukan pelaku yang diketahui sedang berada di Bandara Hasanuddin Makassar. Penangkapan pelaku atas dasar laporan dari orang tua dari gadis tersebut bahwa anaknya telah dibawah lari (diculik) oleh seseorang," kata Indratmoko kepada Okezone Kamis 25 Juni 2019.

Ilustrasi

Pelaku ditangkap di Bandara Hasanuddin saat hendak menunggu penumpang. Pelaku saat akan ditangkap tidak mau mengakui ke tim Jatanras Polrestabes Makassar bahwa membawa lari anak orang.

"Penangkapan terhadap pelaku yang saat itu sedang menunggu penumpang dibandara. Dari hasil penangkapan awalnya dia tidak mengaku, pas kita kasih liat foto mereka berdua, dia pun menangis dan mengaku bahwa memang dia yang membawah gadis tersebut pergi dari rumahnya," jelas Indratmoko.

Dihadapan polisi, pelaku mengaku bahwa dirinya nekat membawa kabur gadis 19 tahun tersebut lantaran dirinya berniat untuk kawin lari bersama gadis itu. "Kalau dari hasil keteranganya sih, dia mau kawin lari, dia jual handphone dan emas pasangannya untuk biaya nikah dan bertahan hidup di rumah kosnya di daya," tuturnya.

Diketahui, Riswandi dan TA kabur dari rumahnya di Bontonompo Gowa pada 6 juli 2019 saat itu TA baru pulang dari Kota Palu Sulawesi Tengah. TA pun kembali ke rumah pada 16 Juli 2019 dan mengaku telah dibawa oleh pelaku. Keduanya saat itu mengaku telah menjalani hubungan asrama (pacaran) selama 1 bulan lamanya, TA nekat pulang dan melaporkan pelaku lantaran takut tak dinikahi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini