Karena itu, Arya tidak heran dengan cara yang dilakukan NasDem sebab hal itu sudah sering kali dilakukan. Menurutnya sebagai partai lapis tengah, NasDem menyadari bagaimana melakukan inovasi dengan menggaet kandidat potensial sebagai langkah meningkatkan elektoral.
"Jadi memang sejak lama Nasdem itu kemampuannya untuk inovasi itu. Beberapa kali kalau kita lihat track record Nasdem itu kan kemampuannya membaca Ridwan Kamil misalnya di Jawa Barat, begitu juga Kofifah dan juga Jokowi saat Pilkada DKI. Jadi memang NasDem memiliki strategi yang awalnya kan dulu partai lapis bawah karena kan memang dia sadar betul potensi elektoralnya masih lemah di periode pertama. Sehingga mencari orang terbaik untuk dipromosikan," ungkapnya.
Baca Juga: NasDem Siap Dukung Anies, Demokrat Tak Mau Terburu-buru Deklarasikan AHY
Untuk itu dia mengatakan dukungan kepada Anies hanya sebatas strategi jangka menengah yang sewaktu-waktu bisa berubah. Telebih Anies sendiri belum terjamin kinerjanya di DKI Jakarta bisa membawa karier politiknya ke level calon presiden.
"Starategi itu berubah kalau terjadi perubahan situasi politik. Atau bisa jadi itu berubah kalau performa Anies tidak bagus, itu tentu akan lihat itu. Kalau ada perubahan di tingkat psikologis tentu itu akan berubah atau dilihat jika dalam beberapa tahun ke depan prestasi, kinerja pemerintah itu tidak positif dia akan mencari kandidat lain," kata dia.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.