nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moeldoko Soroti Kasus Kades Berprestasi di Aceh yang Dipolisikan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 21:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 26 340 2084102 moeldoko-soroti-kasus-kades-berprestasi-di-aceh-yang-dipolisikan-u93xMQJbOI.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kepala Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Teungku Munirwan, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh terkait kasus bibit padi unggul IF8 tanpa label.

Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Amir Faisal siap membantu kasus hukum, yang menimpa Teungku Munirwan terkait kasus dugaan penjualan benih padi IF8 tanpa label. Ia pun telah melaporkan kasus tersebut kepada Ketua HKTI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang juga saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

"Alhamdulillah, sambutan Pak Moeldoko sangat baik, bahkan menurut Pak Moeldoko kepala desa tersebut terlihat ingin berbuat baik, dan tidak terlihat ada keinginan yang negatif," kata Amir Faisal dalam keterangannya, Jumat (26/7/2019).

 Baca juga: Kades Berprestasi di Aceh Dipolisikan, 2.000 Warga Ajukan Diri Jadi Jaminan Penangguhan Penahanan

Selain itu, ia secara pribadi telah mendiskusikan kasus ini dengan Menteri Desa Eko Putro Sandjojo. Dalam pernyataan Menteri Desa di twitter pribadinya, Eko meminta kepada Gubernur dan Kapolda Aceh untuk membantu kepala desa yang inovatif ini agar bisa terus berinovasi dan merangsang warga Aceh lainnya untuk tidak takut berinovasi. Kalau dia melakukan kesalahan, tolong dibina dan jangan ditangkap.

 Penjara

Menurut Founder Atjeh Connection itu, kasus yang menimpa Tgk Munirwan harus dilihat dan disikapi secara bijak dan positif, apalagi ia telah berprestasi dan telah berbuat banyak untuk desanya melalui penggunaan dana desa secara efektif dan efisien.

"Hal ini menunjukkan dengan adanya dana desa, masyarakat desa semakin percaya diri dalam melakukan inovasi. Disinilah terlihat bahwa karakter masyarakat kita adalah karakter yang penuh dengan inovasi, dan pemerintah telah berhasil mendorong masyarakatnya untuk berinovasi melalui dana desa," sambungnya.

 Baca juga: Berhasil Kembangkan Benih Padi Unggul, Kades di Aceh Ini Malah Jadi Tersangka

Hal ini sesuai dengan semangat Presiden Jokowi terkait penggunaan dana desa yang bertujuan membangun desa yang mandiri dan mampu membangun perekonomian desa. Oleh karena itu, ia berharap agar Teungku Munirwan dibina dan diarahkan oleh pihak-pihak terkait.

"Kepala desa ini punya potensi dan berani berinovasi jadi harus ada pendampingan dan pembinaan agar ia bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat luas. Insya Allah bersama dengan HKTI dan stackholder terkait akan berusaha untuk membantu kasus ini dengan cara sebijak mungkin," pungkasnya.

Kasus ini bermula dari bibit padi jenis IF8 bantuan dari Gubernur Aceh di daerah Nisam kepada petani, sebagai bibit unggul pada 2017 lalu, Tgk Munirwan, Kepala Desa Meunasah Rayeuk, Kabupaten Aceh Utara berhasil mengembangkan benih padi IF8 yang telah membawa dampak positif, terhadap petani di sejumlah desa di kabupaten setempat.

Selama pengembangan benih IF8, para petani berhasil melakukan adaptasi. Benih hasil dari penanaman benih padi IF8 itu dapat menghasilkan 11,9 ton per hektare. Dan merupakan keberhasilan yang luar biasa, karena belum ada varietas padi yang mampu berproduksi sebanyak benih padi IF8.

 Penjara

Atas keberhasilan pengembangan adaptasi dan inovasi benih padi IF8, Pemerintah Desa menetapkan benih padi IF8, sebagai produk unggulan Desa Meunasah Rayeuk melalui Peraturan Desa Nomor 05 Tahun 2018.

Pada tanggal 28 Juni 2019 Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melaporkan Tgk Munirwan kepolda Aceh dengan alasan benih tersebut tidak memiliki sertifikat. Hingga kasus ini akhirnya mencuat dan mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Namun Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A. Hanan membantah telah melaporkan Tgk Munirwan ke Polda Aceh, “Kami tidak pernah melaporkan Tgk Munirwan ke Polisi, tidak tau siapa yang melaporkan, pada intinya kami memberi dukungan tentang inovasi, tentunya harus sesuai ketentuan,” Ujar A.Hanan.

Pernyataan A. Hanan tersebut bertolak belakang dengan surat laporan yang diterima Okezone di mana di dalam surat berkop Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintahan Aceh tersebut yang melaporkan penemuan benih padi IF8 yang diperdagangkan tanpa label.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini