nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Erupsi, Wisata Gunung Tangkuban Parahu Ditutup Sementara

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 18:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 26 525 2084076 pasca-erupsi-wisata-gunung-tangkuban-parahu-ditutup-sementara-i4TiSfs6R7.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Pemerintah daerah setempat telah menutup Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Parahu pascaerupsi. Pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) jatuhan abu vulkanik mencapai radius 1 - 2 km.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, distribusi abu teramati di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Saat ini BPBD Kabupaten Bandung Barat mendapatkan informasi dari warga di Kecamatan Cisarua bahwa abu mengarah ke sana. Sedangkan laporan dari BPBD, abu erupsi tidak terlihat dari kantor BPBD Bandung Barat yang berjarak 17 - 20 km dari gunung," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (26/7/2019).

 Baca juga: Pasca-Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Masyarakat dan Pengunjung Dievakuasi dari Kawah

Pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, Badan Geologi mengeluarkan peringatan bahaya bagi pesawat yang melintas di sekitar wilayah gunung atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA). Notifikasi VONA berwarna oranye mengindikasikan lontaran abu masih berada di bawah 1.000 kaki.

 Tankuban Parahu

"Level ini dapat membahayakan penerbangan. VONA juga menyebutkan distribusi abu vulkanik mengarah ke timur laut dan selatan," sambungnya.

Terkait dengan fenomena erupsi ini, kata dia, PVMBG sedang mengevaluasi status Gunung Tangkuban Parahu yang berada pada level I (Normal). Pada status ini, PVMBG merekomendasikan sebagai berikut:

1. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas dan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu, serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.

 Baca juga: Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Wisatawan Diminta Jauhi Kawah Ratu dan Kawah Upas

2. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini