nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Palembang Mulai Diselimuti Kabut Asap

Melly Puspita, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 08:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 26 610 2083736 palembang-mulai-diselimuti-kabut-asap-82fXwuqdld.jpg Palembang mulai diselimuti kabut asap. (Foto : Humas BMKG SMB II Palembang)

PALEMBANG – Jarak pandang di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mulai terganggu akibat kabut asap. Memasuki musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa titik yang ada di wilayah Sumatera Selatan.

Dari pantauan Okezone, Jumat, 26 Juli 2019 pagi. Kabut menyelimuti Kota Palembang dengan jarak pandang hanya sekitar 800. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (SMB II) Sumatera Selatan, dari citra Radar Cuaca di Stasiun Meteorologi SMB II hujan hampir menyelimuti seluruh wilayah Sumsel terutama di wilayah Kabupaten OI, OKI, Banyuasin, dan Muba yang sangat membantu memadamkan titik panas.

"Kondisi umum Sumsel masih dalam musim kemarau, dikarenakan beberapa hari belakangan ada timbulnya beberapa titik panas akibat kebakaran lahan gambut di wilayah Sumsel, hujan yang terjadi dapat dapat menyebabkan minimnya jarak pandang karena konsentrasi hujan yang bercampur dengan asap," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji.

Palembang mulai diselimuti kabut asap. (Foto : Humas BMKG SMB II Palembang)

"Apabila hujan baru saja usai akan menyebabkan adanya awan status di permukaan (kabut) dan apabila bercampur dengan asap akan menimbulkan kabut asap," ucap Bambang lagi.

Masih dikatakan Bambang, pada hari-hari berikutnya setelah hujan apabila kondisi cerah pada malam hatinya akan menyebabkan munculnya kabut radiasi pada pagi harinya.


Baca Juga : Sriwijaya Air Batal Mendarat di Bandara Supadio Gara-Gara Kabut Asap

"Fenomena ini sangat berdampak apabila terjadi pada dini hari menjelang pagi hari dan akan berangsur membaik menjelang siang hari, untuk itu kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati untuk menjaga jarak saat berkendaraan," kata Bambang.

Selain kendaraan laut/sungai dan kendaraan yang melaju di daratan, BMKG juga menghimbau penerbangan untuk menghindari landing pada jam-jam tertentu seperti pukul 21.00 WIB dan 07.00 WIB akibat jarak pandang yang mulai menipis.


Baca Juga : Bandara Dumai Riau Masih Normal Walau Diselimuti Asap

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini