nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ganjar Pranowo Sebar 30 Agen Antikorupsi di Jateng

Selasa 30 Juli 2019 18:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 30 1 2085595 ganjar-pranowo-sebar-30-agen-antikorupsi-di-jateng-UojAw2Pwre.jpg Foto: dok.Humas Pemprov Jateng

SALATIGA - Jonathan awalnya cuma iseng mendaftar pelatihan antikorupsi yang diselenggarakan Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK). Tak pernah terbayang jika kemudian malah dilantik langsung oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjadi agen pemberantasan korupsi untuk kemudian disebar di provinsi tersebut.

Jonathan merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Pengetahuannya yang dia terima di kelas, mendorongnya untuk ikut-ikutan mendaftar pelatihan antikorupsi yang diselenggarakan KPK selama dua hari, Sabtu-Minggu 27-28 Juni 2019 di kampusnya.

Setelah mengikuti pelatihan selama dua hari, dia pun mengikuti Seminar Nasional pada Selasa (3/7/2019) sebagai sesi akhir rangkaian acara pelatihan antikorupsi. Namun dia dibuat terkejut karena dikukuhkan sebagai Agen Antikorupsi oleh Ganjar yang hadir memberikan keynote Speech.

"Kaget, soalnya ini tidak direncanakan. Tapi memang benar begitu karena kalau hanya berteori tanpa praktek maka nonsen. Harus bisa memberikan perubahan pada bangsa untuk lebih baik. Sekecil apapun yang saya bisa lakukan, akan saya lakukan," katanya.

Apalagi materi pencegahan korupsi telah dia terima bersama 30 peserta pelatihan lain. Critikal Thinking, pengertian korupsi, modus operandi, dan sosilalisasi kepada masyarakat. menjadi materi pelajaran yang terus terngiang di benaknya..

Jonatan memberi contoh, ketika mengurus perizinan usaha misalnya, yang normalnya selesai dua hari, namun kita menginginkan selesai dalam sehari. Maka akan muncul syarat "khusus" dari pemberi izin, dan yang mengurus akan berupaya memenuhinya.

"Itulah keinginan yang berlebihan. Makanya kita harus bertindak sewajarnya. Jangan ingin dilayani lebih dan jangan melayani lebih. Sewajarnya. Kita juga dilatih untuk sosialisasi yang sederhana untuk memberikan pemahaman minimal pada kawan dan tetangga," katanya.

Dengan pelatihan antikorupsi selama dua hari itu diharapkan Jonatan dan 29 peserta lainnya diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat Jateng untuk berani melaporkan praktik korupsi. Oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Agen Antikorupsi Jateng tersebut diharapkan bisa memperkuat rantai-rantai pencegahan korupsi di Jawa Tengah.

"Ini menarik karena yang melakukan mahasiswa. Di era yang milenial ini merekalah yang akan memenuhi ruang medsos yang saya yakin akan menular pada sikap," kata Ganjar.

Apalagi sikap dasar mahasiswa, kata Ganjar adalah pemberontak terhadap ketidakberesan. Keberanian mahasiswa dan sikap kritisnya itulah yang jadi modal besar gerakan agen ini.

"Saya rasa ini harus ditiru kampus-kampus lain. KPK punya banyak program untuk itu," katanya.

Terlebih di Jawa Tengah, kata Ganjar, saat ini sedang diterapkan pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah. Setidaknya ada 23 SMA dan SMK yang dijadikan percontohan penerapan kurikulum antikorupsi.

"Gerakan itu didukung dengan pembentukan Komite Integritas dan Tunas Integritas Jateng. Penyuluhan antikorupsi yang berafiliasi dengan KPK dan bersertifikat. Juga gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang merangkul Pramuka, Dharmawanita dan PKK," katanya.

Melengkapi gerakan berbasis masyarakat itu, juga dibuat gerakan di kalangan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memenuhi tagline Ganjar, Tetep Mboten Korupsi Mboten Ngapusi. Secara aplikatif, hal-hal tersebut didampingi dengan keterbukaan informasi dan pelatihan terhadap kepala daerah.

"Hanya Jawa Tengah yang setelah pelantikan kepala daerahnya dikirim ke KPK untuk pendidikan antikorupsi," katanya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini