nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangkap Ikan Pakai Bom Rakitan, 4 Nelayan Asal Kalbar Ditangkap

Muhammad Bunga Ashab, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 14:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 31 340 2085893 tangkap-ikan-pakai-bom-rakitan-4-nelayan-asal-kalbar-ditangkap-Nj0M9HROtb.jpg Kapal Nelayan yang Menggunakan Bom Rakitan untuk Menangkap Ikan Diamankan Polisi (foto: Dok Polsek Tambelan/Ist)

BINTAN - Jajaran Polsek Tambelan, Polres Bintan meringkus empat nelayan asal Kalimantan Barat (Kalbar) karena menangkap ikan pakai bom rakitan, di Pulau Penyemuk, Desa Pulau Mentebung, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (30/7/2019).

Keempat pelaku adalah Hasbullah (40), Amiruddin (48), Ilham (49) dan Rusdianto (37), semuanya berasal dari Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalbar.

Baca Juga: KKP dan Bakamla Tangkap 6 Kapal Ilegal Vietnam

Nelayan Asal Kalbar Ditangkap karena Menggunakan Bom Rakitan untuk Menangkap Ikan (foto: Dok Polsek Tambelan/Ist)	 

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang melalui Kapolsek Tambelan Ipda Missyamsu Alson membenarkan adanya penangkapan terhadap empat nelayan. Dia menuturkan, personel Polsek Tambelan Bripka Bayu Anderiadi mengamankan satu unit kapal/pompong yang diduga melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (Bom Ikan) di Pulau Penyemuk, pada Senin 28 Juli 2019.

"Saat akan ditangkap seluruh pelaku melarikan diri ke darat dan meninggalkan pompongnya," kata Alson yang dikonfirmasi, Rabu (31/7/2019).

Dia melanjutkan, setelah para pelaku lari ke darat, bantuan dikirim sebanyak delapan personel Polri dan TNI-AD, serta anggota Satpol PP ke lokasi penangkapan dengan menggunakan Kapal KM. Astakona 34 GT. Setelah itu, hanya beberapa jam kemudian petugas berhasil mengamankan tiga orang diduga pelaku illegal fishing menggunakan bahan peledak, yaitu Hasbullah, Ilham dan Rusdianto.

"Untuk pelaku Amriddin baru berhasil ditangkap kemarin (Selasa)," kata dia.

Adapun barang bukti yang diamankan sebagai berikut, satu unit pompong kapasitas +- 5 ton tanpa dukumen dan tanda selar, 1 unit kompresor + selang, 2 unit daker (alat pernapasan dalam air) merk ocean divers, Amonium Nitrate 3 karung @ 25 kg/karung, bom rakitan 8 ken kapasitas 2 liter, 8 botol kaca, 2 botol mineral merk For3, 2 unit detonator rakitan telah dipasang sumbu.

Nelayan Asal Kalbar Ditangkap karena Menggunakan Bom Rakitan untuk Menangkap Ikan (foto: Dok Polsek Tambelan/Ist)

Kemudian, 1 unit GPS merk Furuno GP32, 1 unit Fish Finder merk Garmin 350c, 12 bungkus Gaharu, 1 bungkus karet, 10 buah busa penutup botol kaca, 1 buah kayu untuk memasukkan detonator ke dalam botol, 3 unit HP merk Nokia, 2 unit baskom/derigen pencampur bahan peledak, 2 gulung tali rapia, 3 buah cedok ikan dan Ikan hasil bom +- 1 ton

Nelayan Asal Kalbar Ditangkap karena Menggunakan Bom Rakitan untuk Menangkap Ikan (foto: Dok Polsek Tambelan/Ist)

"Saat ini tersangka sedang dilakukan pemeriksaan di polsek Tambelan yang dibantu oleh anggota Reskrim Polres Bintan," ujarnya.

Baca Juga: Cegah Penyelundupan, KKP Perketat Pengawasan terhadap Pelabuhan Tak Resmi

Dikatakannya, selama ini para pelaku telah kerap melaksanakan kegiatan pengeboman ikan. Atas perbuatan mereka dijerat dengan Pasal 1 Undang-Undang Darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak ancaman 20 tahun penjara dan Pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Mereka ini sudah sering mencari ikan pakai bahan peledak, kita sudah terima laporan beberpa bulan terkahir ini," kata Alson.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini