nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Status Gunung Tangkuban Perahu Naik Level Jadi Waspada

CDB Yudistira, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 10:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 02 525 2086770 status-gunung-tangkuban-perahu-naik-level-jadi-waspada-0ovvWiAKb1.jpg Kawah Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat (Koran Sindo)

BANDUNG – Gunung Tangkuban Perahu terus bergejolak pasca-erupsi pada 26 Juli 2019. Status gunung api yang berada di Kabupaten Bandung dan Subang, Jawa Barat itu kini dinaikkan dari level I alias normal menjadi level II atau waspada.

"Tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu dinaikkan dari Level 1 menjadi Level II," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani dalam keterangannya, Jumat (2/8/2019).

Sejak Kamis 1 Agustus malam tadi, Gunung Tangkuban Perahu beberapa kali mengalami erupsi. Sekira pukul 20.46 WIB malam tadi, erupsi gunung tersebut menyemburkan kolom abu setinggi 180 meter dari dasar kawah. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 11 menit 23 detik.

Gunung Tangkuban Perahu kembali erupsi, Jumat dini hari tadi masing-masing pukul 01.45 WIB, pukul 03.57 WIB dan pukul 04.06 WIB.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale)," ujar Kasbani.

Secara seismik, aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih didominasi oleh gempa-gempa yang mencerminkan aktivitas di kedalaman dangkal berupa gempa hembusan.

 Tangkuban Perahu

Setelah erupsi terjadi, rekaman seismik didominasi oleh gempa Hembusan dan Tremor menerus dengan amplitudo maksimum 0.5-31 mm (dominan 0.5-20 mm).

Baca juga: Gunung Tangkuban Parahu Meletus, Warga dan Pengunjung Dievakuasi dari Kawah

Terekamnya tremor ini berkaitan dengan pelepasan tekanan berupa hembusan-hembusan yang terjadi sampai saat ini.

"Secara deformasi, pasca Erupsi 26 Juli 2019 Gunung Tangkuban Parahu masih mengalami inflasi kecil bersifat lokal. Data deformasi masih mengindikasikan aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih belum stabil," katanya.

Baca juga: Pasca-Erupsi, Wisata Gunung Tangkuban Parahu Ditutup Sementara

Di area sekitar Kawah Ratu menunjukkan hasil pengukuran konsentrasi gas vulkanik H2S dan cenderung menurun. Namun pengukuran gas pada 31 Juli dan 1 Agustus 2019 menunjukkan konsentrasi gas masih berfluktuasi dan cenderung naik.

Analisis PVMBG aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih berada dalam kondisi yang belum stabil dan aktivitas serta potensi erupsi dapat berubah sewaktu-waktu.

Ancaman bahaya yang terjadi saat ini berupa hujan abu serta hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi berfluktuasi di sekitar Kawah Ratu yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa pengunjung, pedagang, masyarakat sekitar, bila kecenderungan konsentrasi gas-gas vulkanik tinggi.

Erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas.

Evaluasi menerus tetap dilakukan untuk mengantisipasi tingkat aktivitas dan potensi ancaman erupsi.

Masyarakat atau wisatawan diminta tidak mendekati kawah di puncak Gunung Tangkuban Parahu dalam radius 1,5 kilometer dari kawah aktif.

Masyarakat agar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik dan dihimbau tidak berlama-lama berada disekitar kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.

PVMBG juga himbau agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas.

"Masyarakat tetap memperhatikan perkembangan yang dikeluarkan oleh BPBD setempat dan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat," imbaunya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini