nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Ringkus Pria Diduga Perkosa dan Sekap Siswi SMP di Padangsidimpuan

Liansah Rangkuti, Jurnalis · Sabtu 03 Agustus 2019 23:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 03 608 2087362 polisi-ringkus-pria-diduga-perkosa-dan-sekap-siswi-smp-di-padangsidimpuan-Zp2S0MgPt3.jpg Penangkapan pelaku pemerkosaan siswi SMP di Padangsidimpuan. (Foto: Liansah Rangkuti/Okezone)

PADANGSIDIMPUAN – Seorang pria berinisial JH alias Bonjol (35), warga Padangsidimpuan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, diamankan polisi karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap siswi sekolah menengah pertama (SMP).

"Iya benar kita telah mengamankan seorang pria yang diduga telah melakukan asusila terhadap seorang anak yang masih di bawah umur atau masih sekolah menengah pertama (SMP)," kata Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Abdi Abdullah kepada Okezone, Sabtu (3/8/2019).

Baca juga: Lagi Tidur di Kosan, Siswi Cantik Nyaris Dinodai Pria Mabuk 

Ia menjelaskan, menurut hasil penyelidikan dan keterangan korban, kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan ini berawal saat korban sedang ke sungai untuk buang air besar (BAB) yang kebetulan dekat rumah pelaku.

"Saat korban selesai buang hajat, pelaku mendatangi korban dan menarik korban ke dalam sebuah rumah kosong yang kebetulan rumah itu milik keluarga pelaku, dan di situlah sang korban mengalami perlakuan bejat si Bonjol," ungkap Abdi.

Siswi SMP di Padangsidimpuan korban pemerkosaan. (Foto: Liansah Rangkuti/Okezone)

Berdasarkan pengakuan korban, perlakuan bejat itu dilakukan dengan menariknya ke rumah kosong yang diduga sudah direncanakan pelaku sejak awal untuk dijadikan tempat berbuat asusila terhadap korban.

"Singkat cerita, korban ini sempat disekap di dalam rumah kosong itu selama tiga hari dan diduga pelaku melakukan aksi pencabulan terhadap siswi SMP itu," beber Abdi.

Baca juga: Pemuda 18 Tahun Nekat Perkosa Nenek-Nenek hingga Pendarahan 

Atas perbuatannya, lanjut dia, pelaku terancam dikenakan Pasal 81 juncto Pasal 82 Undang-Undang Nonor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Sebelum penangkapan Bonjol, orangtua korban didampingi pendiri Yayasan Burangir Tabagsel Timbul P Simanungkalit membuat laporan terkait kasus pencabulan dan penyekapan dengan Nomor STPL 348/VIII/2019/SU/PSP pada Jumat (2/8).

Dari informasi yang diperoleh, dalam kasus ini pelaku diduga juga sempat meminta uang tebusan kepada keluarga korban sebagaimana laporan dari keluarga korban ke pihak kepolisian.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini