Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menyiasati Aturan Penghijauan, Pabrik di China Cat Bebatuan agar Mirip Pohon

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Selasa, 06 Agustus 2019 |13:40 WIB
Menyiasati Aturan Penghijauan, Pabrik di China Cat Bebatuan agar Mirip Pohon
pabrik batu di China mengejat bebatuan demi mengakali aturan penghijauan. Foto/Weibo/Sixthtone
A
A
A

XINTAI - Sebuah pabrik di provinsi Shandong, China mengakali aturan lingkungan yang mengharuskan pabrik melaksanakan program penghijuan dengan mengecat bebatuan di sekitar dengan warna hijau agar mirip pohon.

Mengutip Sixth Tone, Selasa (6/8/2019) biro lingkungan hidup di kota Xintai telah menutup pabrik pengolahan batu milik Changsheng Mining Industry Co Ltd, setelah para pekerja mengecat hijau area di sekitarnya.

Pihak berwenang juga menangguhkan orang-orang yang bertanggung jawab atas pabrik dan memberi mereka tenggat waktu satu bulan untuk menghilangkan bebatuan yang telah dicat warna hijau.

Baca juga: China Perintahkan Hapus Logo Halal dan Simbol Islam di Restoran

Baca juga: Mahasiswa Pro-Hong kong dan Pro-China Bentrok di Universitas Queensland Australia

Media lokal, iQilu malaporkan pabrik mengecat hijau bebatuan dengan harapan pihak berwenang terkecoh bahwa persyaratan lingkungan tidak terpenuhi.

Foto/Weibo/Sixthtone

Area yang dicat itu dimaksudkan agar terlihat seperti pepohonan dan pengawas tertipu. Namun, pada akhirnya, skema tersebut terbukti tidak berhasil.

Pabrik tersebut akhirnya gagal dalam penilaian oleh biro lingkungan Xintai dan operasinya ditangguhkan, meskipun tanggal penangguhan dikeluarkan tidak jelas.

Meski telah ditutup, iQilu menemukan pabrik masih, terlihat truk datang dan pergi ke area pabrik. Para pekerja juga telah menggali lubang di dekatnya yang berukuran sekitar 100 meter.

Sementara itu, sebuah tanda di pintu masuk utama pabrik bersikeras bahwa pabrik tersebut telah menghentikan sementara produksi.

Dalam upaya meminimalkan polusi industri dan meminta pertanggungjawaban pelanggar aturan, pemerintah pusat dan daerah China sering melakukan inspeksi mendadak. Tahun lalu, lebih dari 42.000 orang dituntut karena melanggar aturan lingkungan dan mengeluarkan denda total 15,28 miliar yuan (Rp31 triliun).

Namun, banyak perusahaan berhasil menghindari pengawasan lingkungan. Sementara beberapa pabrik terus beroperasi dengan menentang penutupan oleh pemerintah China, yang lain memilih memukul relawan atau secara fisik menghalangi inspektur.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement