nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Istri Teroris Ali Kalora Sambut Peringatan 17 Agustus di Lapas Malang

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 11:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 07 519 2088784 kisah-istri-teroris-ali-kalora-sambut-peringatan-17-agustus-di-lapas-malang-obYfZiBDG2.jpg Tini Susanti Kaduku, istri teroris Ali Kalora, bersama Kalapas Perempuan Kelas II A Malang Ika Yusanti. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

KOTA MALANG – Tini Susanti Kaduku, seorang perempuan narapidana istri Ali Kalora, jaringan teroris Poso, menceritakan kisahnya menyambut momen kemerdekaan 17 Agustus dalam rangkaian peringatan Proklamasi Republik Indonesia. Raut muka tegang yang tertutup cadar hitam tercermin dari tatapan matanya saat awal menatap awak media.

Didampingi Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Malang, Ika Yusanti, perempuan asal Poso ini bercerita di bengkel yang digunakan perempuan napi berkreasi membuat jahitan dan rajutan kerajinan lainnya.

Baca juga: Kelompok Ali Kalora Mulai Terpojok hingga Turun ke Desa-Desa

Ia menjadi satu dari 655 Perempuan napi terdata yang mendiami Lapas Kelas II A Malang. Namun dari sekian banyak napi, Tini begitu istimewa. Dia yang menjadi napi terorisme titipan asal Sulawesi Tengah sebelum peristiwa gempa dan tsunami meluluhlantakkan Palu dan sekitarnya pada September 2018.

Hal ini membuat pihak lapas memberinya perlakuan khusus dengan menempatkannya di sel tersendiri. Saat ditanya terkait Agustusan dalam peringatan Hari Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tini tampak enggan berkomentar.

Lapas Perempuan Kelas II A Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Namun, perempuan yang mengenakan pakaian serbahitam ini tampak antusias mengenang masa kecilnya yang kerap mengikuti lomba-lomba ketika bulan Agustus tiba.

"Zaman dulu waktu SD kita ikut itu (upacara) dan lomba-lomba. Ya saya cuma sering ikut main-main saja," kenang Tini sambil terdengar suara tawanya.

Baca juga: Anak Kandung Santoso Gabung ke Jaringan Teroris Ali Kalora

Meski tidak banyak berkomentar terkait peringatan Proklamasi 17 Agustus, Tini mempunyai harapan singkat bagi bangsa Indonesia.

"Harapannya ya bisa lebih baik lagi," ujar dia.

Tini Susanti Kaduku, istri teroris Poso Ali Kalora, di Lapas Perempuan Kelas II A Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Tini yang diperkirakan mendapat remisi dan bebas pada November 2019, lebih banyak bercerita mengenai kegiatannya selama menghuni Lapas Perempuan Kelas II A Malang dan rencananya ketika telah bebas nanti.

"Pastinya menjalankan kehidupan, sama bisa mengurus anak dengan baik. Insya Allah bisa jadi ibu yang lebih baik," jelas dia.

Baca juga: Polri Identifikasi Kelompok Ali Kalora Cs Miliki Senjata Laras Panjang

Tini juga menyatakan pengetahuan dan keterampilan yang didapat dari Lapas Perempuan Kelas II A Malang menjadi modal berharga saat menghirup udara bebas pada November nanti.

"Selama di sini belajar banyak, bisa belajar masak, belajar kosmetik make-up. Yang paling asyik di bakeri bikin kue. Ya alhamdulillah bisa bikin kue bolu, roti, kue tart. Alhamdulillah sudah bisa. Paling bisa ya kue tart," ceritanya.

Lapas Perempuan Kelas II A Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Tini berharap dengan bekal keterampilannya ini bisa menghidupi keluarga serta anak-anaknya ketika keluar nanti.

"Ini bekal kalau pulang supaya bisa urus anak-anak," terangnya.

Baca juga: Polri Benarkan 3 Terduga Teroris Jaringan Ali Kalora di Poso Tewas dalam Baku Tembak

Tini juga berujar ingin menjalani kehidupan lebih baik dengan bisa mengurus anak - anaknya.

"Ya tadi (harapannya) menjalani kehidupan lebih baik, tapi kalau Allah kasih ya tadi titipkan anak dan berusaha (wirausaha membuat kue)," tambahnya.

Lapas Perempuan Kelas II A Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Sementara Kepala Lapas Perempuan Kelas II Q Malang Ika Yusanti berharap dengan keterampilan yang didapat Tini selama di lembaga pemasyarakatan membuat mampu mandiri dan menghidupi anak-anaknya.

"Kalau pulang tetap perlu menghidupi anak-anak. Harapannya dengan belajar buat kue bisa berusaha untuk membantu perekonomian keluarga," ungkap Ika.

Baca juga: Kelompok Ali Kalora Diduga Terlibat Pengeboman di Gereja Filipina

Lapas Perempuan Kelas II A Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Ia mengisahkan, selama menjadi penghuni Lapas Kelas II, Tini sudah bisa bergaul dengan sesama warga binaan lainnya. Meski demikian, Tini masih membatasi akses pergaulan dengan lawan jenis dan absen saat upacara bendera.

"Ya selama ini memang belum bergaul dengan lawan jenis dan belum ikut upacara. Tapi sudah ada kemajuan pesat. Dulu kalau keluar sel gitu, dia masih pakai cadar. Lama-lama akhirnya dia buka cadar karena lainnya perempuan semua," cerita Ika.

Baca juga: Satgas Tinombala Tangkap Pemasok Makanan ke Jaringan Ali Kalora

Dia berharap pula pascabebas, Tini tidak lagi mengikuti jejak suaminya ke gunung. "Saya harap nanti tinggal di kota sajalah. Tidak usah ikut suami lagi ke gunung," tuturnya.

Lapas Perempuan Kelas II A Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

1
3

Berita Terkait

HUT Ke-74 RI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini