Otonomi Kashmir Dicabut, Pakistan Usir Diplomat India, Tarik Duta Besarnya dari New Delhi

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 08 Agustus 2019 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 08 18 2089306 otonomi-kashmir-dicabut-pakistan-usir-diplomat-india-tarik-duta-besarnya-dari-new-delhi-B2Fl5Noot2.jpg Foto: Reuters.

ISLAMABAD – Pemerintah Pakistan telah mengusir utusan India dari negaranya dan memanggil duta besarnya dari India sebagai tanggapan atas langkah New Delhi yang mencabut status otonomi khusus dari wilayahnya di Kashmir yang disengketakan.

Langkah Islamabad itu dibuat pada Rabu setelah pertemuan Komite Keamanan Nasional Pakistan memutuskan untuk "menurunkan tingkat" hubungan diplomatik Pakistan dengan India dan untuk membekukan hubungan perdagangan antara kedua negara.

BACA JUGA: Pertama Kalinya dalam Tujuh Dekade, India Cabut Status Otonomi Khusus di Kashmir

"Duta besar kami tidak akan lagi berada di New Delhi dan konterpart mereka di sini juga akan dikirim pulang," kata Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi sebagaimana dilansir RT, Kamis (8/8/2019) mengutip ARY News. Perdana Menteri Imran Khan sendiri telah "mengarahkan agar semua saluran diplomatik" diaktifkan untuk mengungkap apa yang disebutnya rezim "India" yang brutal".

Pekan ini, India mencabut status otonomi khusus di Jammu dan Kashmir, dua wilayah mayoritas Muslim di negara itu, yang juga diklaim oleh Pakistan. Langkah ini dipelopori oleh partai BJP yang berkuasa di India, yang berpendapat bahwa status otonomi untuk provinsi-provinsi itu diskriminatif, karena pengaturan itu sebelumnya membatasi imigrasi ke daerah-daerah.

Keputusan itu juga dimotivasi oleh masalah keamanan, dengan adanya ancaman kelompok teroris yang berbasis di Kashmir.

Tindakan ini telah didukung secara luas di parlemen India dan di sebagian besar negeri, meskipun beberapa politisi dan pengunjuk rasa menyuarakan kegelisahan mereka tentang keputusan tersebut.

BACA JUGA: Kecam Pencabutan Status Khusus Kashmir, Pakistan Sebut India Langgar Resolusi PBB

Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat sejak Februari, ketika New Delhi meluncurkan serangan udara di wilayah Pakistan, ke sebuah lokasi yang mereka klaim sebagai kamp pelatihan militan. India menyalahkan para gerilyawan atas serangan mematikan yang menewaskan puluah anggota konvoi kepolisiannya.

Islamabad, yang menyangkal menyembunyikan teroris di wilayahnya, membalas serangan India tersebut, yang kemudian memuncak dalam pertempuran singkat di mana sebuah jet tempur India ditembak jatuh. Kedua negara telah berusaha memperbaiki hubungan mereka sejak insiden tersebut, namun sejauh ini belum ada kemajuan yang berarti.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini