nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Percepatan Keberangkatan Haji Bakal Ada Tersangka Baru

Syaiful Islam, Jurnalis · Sabtu 10 Agustus 2019 22:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 10 519 2090336 kasus-percepatan-keberangkatan-haji-bakal-ada-tersangka-baru-ghpDpUwd51.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

SURABAYA - Kasus penipuan dengan modus percepatan keberangkatan naik haji terus bergulir. Penyidik mendalami kasus tersebut. Terbaru, bakal ada tersangka baru dalam kasus ini, dan kabarnya oknum dari Kementerian Agama (Kemenag) yang diduga ikut ‘bermain’ dalam kasus ini.

Sebab, uang yang berhasil dikumpulkan tersangka Junaedy disetorkan pada seseorang bernama Saiful. Informasinya Saiful merupakan salah satu staf di kemenag. Penyidik Polda Jatim akan memanggil Saiful untuk dimintai keterangan pada pekan depan.

"Jelas khan kasusnya. Junaedy mengumpulkan uang dari jemaah. Saiful yang disetorkan uangnya ya pasti tersangka," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera pada Okezone saat dikonfirmasi, Sabtu (10/8/2018).

Baca Juga: Diimingi Percepatan Keberangkatan, 51 Calon Jamaah Haji Tertipu dan Rugi Jutaan Rupiah 

Disinggung apakah Saiful adalah staf dari kemenag? Barung menyatakan informasinya begitu. Kemudian, penyidik akan memanggil Saiful pada Selasa pekan depan untuk dimintai keterangan seputar kasus dugaan penipuan dengan modus percepatan naik haji.

"Katanya begitu (Saiful staf kemenag). Yang bersangkutan sudah kita panggil Selasa ini jadwalnya," ujar Barung.

Ilustrasi

Seperti diketahui, sebanyak 51 calon jamaah haji yang menjadi korban penipuan dengan modus percepatan keberangkatan naik haji. Puluhan jamaah ini dimintai uang bervariasi berkisar Rp3 juta sampai Rp5 juta per orang oleh Junaedy.

Mereka dijanjikan berangkat ke tanah suci Makkah pada tahun 2019. Padahal, para jamaah sebenarnya akan berangkat pada 2022 hingga 2042. Mereka adalah jamaah yang mendaftar secara resmi di pemerintah.

Baca Juga: Polda Jatim Tahan Koordinator Kasus Percepatan Keberangkatan Haji 

Aksi penipuan sendiri terbongkar ketika ke-51 jamaah berkumpul di Bangil, Pasuruan. Kemudian, rombongan itu menujuasrama haji Surabaya. Sesampai di asrama haji, para jamaah diperiksa petugas dari kemenag Jatim. Rupanya nama mereka tidak ada dalam daftar calon jamaah haji yang berangkat tahun ini.

Merasa tertipu, akhirnya para jamaah melaporkan kasus penipuan pada polda Jatim. Dalam perkembangannya, penyidik menetapkan Junaedy sebagai tersangka dan ditahan. Peran Junaedy sendiri sebagai koordinator.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini