nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diimingi Percepatan Keberangkatan, 51 Calon Jamaah Haji Tertipu dan Rugi Jutaan Rupiah

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 23:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 06 519 2088640 diimingi-percepatan-keberangkatan-51-calon-jamaah-haji-tertipu-dan-rugi-jutaan-rupiah-n9cZ8yMiEG.jpg Calon jamaah haji tertipu diimingi percepatan keberangkatan (Foto: Syaiful Islam)

SURABAYA - Sebanyak 51 calon jamaah haji yang berasal dari Pasuruan, Malang, Sidoarjo dan Pamekasan, Surabaya, Sumenep, Banjarmasin (Kalsel) dan Sanggau (Kalbar) menjadi korban penipuan. Total kerugian yang dialami mereka mencapai ratusan juta rupiah.

Sebab, satu jamaah ditarik biaya Rp3 juta sampai Rp35 juta untuk percepatan keberangkatan haji oleh Murtadji Djunaidi (63) warga Jalan Musing 16-A RT01 RW01 Kelurahan Bondo Mungal, Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, para korban adalah calon jamaah haji yang sudah terdaftar resmi oleh pemerintah mulai tahun 2010 hingga 2018. Di mana, yang secara resmi mereka akan diberangkatkan pada tahun 2022 sampai tahun 2042.

Baca Juga: Catut Nama Walikota Solo, Pria Ini Tipu Warga hingga Rp100 Juta

Kemudian, para korban tersebut dihubungi Murtadji bahwa bisa mempercepat pemberangkatan haji tahun 2019. Namun, dengan membayar biaya percepatan Rp3 juta sampai dengan Rp35 juta per orang dengan janji pasti akan berangkat.

"Semua dokumen paspor maupun visa sudah diurus dan hanya tinggal cap jari saja pada saat akan berangkat dan akan mendapatkan tas atau koper. Serta kain atau baju ihram," ujar Barung, Selasa (6/8/2019).

Ilustrasi

Setelah ditentukan hari pemberangkatan, sambung Barung, lalu 51 calon jamaah haji tersebut diminta untuk kumpul di Bangil Pasuruan pada Senin 5 Agustus 2019. Selanjutnya, mereka diberangkatkan ke asrama haji dengan bus, setelah sampai di sekitar asrama haji bus berhenti dengan alasan menunggu proses.

Baca Juga: Bareskrim Polri Ungkap Peredaran 30 Ton Gula Kristal Rafinasi Ilegal

Karena lama para jamaah tidak sabar dan didatangi petugas asrama haji sukolilo, Kemenag Jatim beserta anggota Polsek Sukolilo. Mereka menjelaskan jika akan berangkat haji pada petugas, lalu petugas asrama menjawab bahwa tidak ada nama ke 51 calon jamaah tersebut.

"Kemudian, mereka melapor kejadian tersebut ke SPKT Polda Jatim karena merasa menjadi korban penipuan," ujar Barung.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini